Gresik, Bhirawa
Sebanyak 20 Desa akan di lakukan pelatihan tangguh becana, oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik. Program desa tangguh bencana (Destana), direncanakan pada bulan Maret 2026 mendatang. Bertujuan desa terdampak bencana, warga bisa secara mandiri untuk melaksanakan evakuasi dini. Seperti membikin dapur umum, membentuk evakuasi warga, dan poskonya.
Menurut Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gresik, F.X. Driatmiko Herlambang mengatakan bahwa, melalui program ini BPBD Gresik. Memberikan pelatihan kepada masyarakat desa, agar lebih memahami potensi bencana di lingkungan sekitar. Warga dibekali pengetahuan dan keterampilan, untuk membantu masyarakat serta perangkat desa saat terjadi bencana.
“Program Desa Tangguh Bencana tahun 2026, menargetkan 20 desa termasuk dua desa di Pulau Bawean. Pelaksanaannya, direncanakan pada bulan Maret 2026. Diantara minggu kedua, dan akan dimulai dari Pulau Bawean lebih dahulu.”ujarnya.
egiatan tahap akan difokuskan di wilayah Pulau Bawean, karena pernah terjadi gempa. Dengan adanya program Destana, BPBD Gresik. Berharap kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana semakin meningkat, sehingga dampak risiko bencana dapat diminimalkan melalui peran aktif warga di tingkat desa.
“Berharap warga yang mengikuti pelatihan, bisa mengetahui jenis-jenis bencana di sekitarnya. BPBD Gresik, membantu masyarakat dan perangkat desa. Untuk mampu berperan aktif dalam penanganan bencana di desanya, sebagai antisipasi dasar sebelum tim evakuasi datang.”ungkapnya.
Ditambahkan F.X. Driatmiko Herlambang, bahwa dengan pelatihan program Destana bisa memberikan kesiapsiagaan masyarakat. Baik pada waktu terjadi maupun paska kejadian, meraka tidak panik dan melakukan kegiatan sesuai dengan pelatihan yang telah di pelajarinya.[kim.ca]

