26 C
Sidoarjo
Monday, February 9, 2026
spot_img

Bupati Sampang Evaluasi Kinerja dan Tata Kelola Rumah Sakit

Pemkab Sampang, Bhirawa
Pemerintah Kabupaten Sampang membuka evaluasi terbuka terhadap pelayanan RSUD dr. Mohammad Zyn (RSMZ). Evaluasi tersebut menyoroti kinerja layanan, tata kelola, serta kesiapan manajemen rumah sakit daerah dalam memenuhi standar pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Forum diskusi yang digelar di aula utama rumah sakit, Jumat (06/02/26). Forum tersebut tidak hanya membahas peningkatan kualitas layanan secara umum, tetapi juga mengulas persoalan mendasar yang selama ini menjadi keluhan, mulai dari efektivitas sistem pelayanan hingga kedisiplinan sumber daya manusia.

Pemerintah daerah menilai perlunya pembenahan menyeluruh agar pelayanan rumah sakit tidak berjalan sporadis dan tanpa tolak ukur yang jelas.

Bupati Sampang H. Slamet Junaidi, saat memipin rapat evaluasi, menegaskan bahwa evaluasi terhadap rumah sakit daerah harus bersifat objektif dan berkelanjutan.

Ia menekankan pentingnya penguatan regulasi dan sistem pengawasan agar pelayanan yang diberikan RSMZ dapat dipertanggungjawabkan secara administratif maupun profesional.

“Evaluasi tidak boleh berhenti pada laporan formal. Pemerintah daerah berkepentingan memastikan tata kelola dan sistem pelayanan berjalan sesuai ketentuan,” ujarnya.

Ditempat yang sama, dr. Bhakti Setiyo Tunggal, M.Kes, selaku Direktur RSUD dr. Mohammad Zyn menyatakan bahwa seluruh catatan yang muncul dalam forum tersebut akan menjadi bahan evaluasi internal manajemen.

Ia menyebut pembenahan layanan tidak hanya menyangkut aspek medis, tetapi juga pelayanan pendukung yang berpengaruh langsung terhadap kepuasan pasien.

Berita Terkait :  Wujudkan Sinergitas, Pemkot Madiun dan TNI Gelar Silaturahmi

“Masukan yang disampaikan akan kami tindak lanjuti sebagai bagian dari perbaikan sistem dan kinerja layanan,” katanya.

Diskusi berlangsung dengan sesi tanya jawab antara Bupati dan para dokter spesialis. Dalam forum tersebut, sejumlah isu mengemuka secara terbuka, di antaranya kualitas pelayanan pasien, pengelolaan antrean yang dinilai belum efektif, keterbatasan dan kondisi fasilitas penunjang, serta persoalan kedisiplinan dan kinerja tenaga kesehatan.

Seluruh poin tersebut dicatat sebagai bahan evaluasi dalam upaya pembenahan layanan RSUD dr. Mohammad Zyn. (lis.dre)

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru