25 C
Sidoarjo
Sunday, February 8, 2026
spot_img

Wawali Mojokerto Hadiri Haul KH Muhammad Nawawi dan KH Ismail Nawawi

Kota Mojokerto, Bhirawa
Wakil Wali Kota Mojokerto Rachman Sidharta Arisandi mengajak masyarakat untuk meneladani nilai-nilai perjuangan para ulama dengan menghadirkannya dalam kerja nyata, bukan sekadar mengenang nama dan sejarah.

Ajakan tersebut disampaikannya saat menghadiri Haul ke-80 KH Muhammad Nawawi dan Haul ke-37 KH Ismail Nawawi di PPTQ An-Nawawi, Jalan Gajah Mada, Kota Mojokerto, Sabtu (7/2) malam.

Dalam sambutannya, Wawali Mojokerto yang akrab disapa Cak Sandi menuturkan bahwa perjuangan para ulama terdahulu sarat dengan nilai persaudaraan, ketekunan, serta keberpihakan pada pembinaan generasi.

Ia menyebut KH Muhammad Nawawi telah meletakkan fondasi persaudaraan yang kuat, yang kemudian diteruskan oleh KH Ismail Nawawi melalui ketekunan dalam membangun kaderisasi, membina generasi, serta menguatkan tradisi Al-Qur’an.

“Warisan paling mahal dari para kiai bukanlah bangunan semata, melainkan manusia-manusia beradab, tangguh menghadapi perubahan zaman, dan berguna bagi sesama,” tuturnya.

Lebih lanjut, Cak Sandi mengajak seluruh jamaah menjadikan momentum haul sebagai ruang refleksi sekaligus penguatan nilai. Menurutnya, hikmah perjuangan para ulama dapat diwujudkan melalui tiga ikhtiar nyata.

Pertama, memperkuat semangat gotong royong dan persatuan di tengah masyarakat, serta tidak membiarkan perbedaan menjadi sumber perpecahan.

Kedua, ia menekankan pentingnya kecerdasan bermedia di era digital. Masyarakat diimbau untuk menjaga lisan dan jari, serta tidak ikut menyebarkan informasi yang berpotensi merusak persaudaraan sosial.

Berita Terkait :  PJT I Ajak Gen-Z Wujudkan Asta Cita dengan Sadar Alam dan Lingkungan

Ketiga, Cak Sandi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun karakter generasi muda. Menurutnya, kekuatan sebuah kota tidak diukur dari keramaian semata, melainkan dari adab dan karakter warganya. “Kota yang kuat bukanlah kota yang paling ramai, tetapi kota yang memiliki adab,” tegasnya.

Ia juga menegaskan bahwa tugas generasi saat ini bukan hanya mengenang jasa para ulama, tetapi meneruskan dan menambah nilai-nilai kebaikan yang telah dicontohkan. Mengingat tantangan zaman ke depan yang semakin kompleks, semangat belajar, mengabdi, dan berdakwah harus terus dirawat.

“Melalui pertemuan seperti ini, ikatan emosional, semangat belajar, dan semangat mengabdi dapat kita perkuat bersama,” ujarnya. Menutup sambutannya, Cak Sandi memanjatkan doa agar Allah SWT menerima seluruh amal para kiai, melapangkan kubur mereka, meninggikan derajatnya, serta menjadikan generasi penerus sebagai pewaris nilai-nilai kejujuran dan keteladanan, bukan sekadar pewaris nama. (oky.dre)

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru