25 C
Sidoarjo
Sunday, February 8, 2026
spot_img

DKPP Kabupaten Kediri Pastikan Stok Pangan Aman di Tengah Kenaikan Harga

Kab Kediri, Bhirawa
Di tengah tren kenaikan harga sejumlah komoditas pangan menjelang Ramadan, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri memastikan ketersediaan stok bahan pangan masih dalam kondisi aman. Kepastian ini disampaikan untuk meredam kekhawatiran masyarakat sekaligus mencegah terjadinya aksi borong atau panic buying.

Kenaikan harga terlihat pada komoditas telur ayam dan daging ayam ras. Di Pasar Pamenang Pare, Kabupaten Kediri harga telur ayam tercatat naik menjadi Rp28.000 hingga Rp30.000 per kilogram, dari sebelumnya Rp27.000-Rp28.000 per kilogram. Kenaikan tersebut telah berlangsung sejak beberapa hari terakhir.

Salah seorang pedagang telur, Dwi, mengatakan terbatasnya pasokan di tingkat pedagang menjadi pemicu naiknya harga. Ia menyebut, meningkatnya pembelian telur secara langsung oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) membuat stok di pasar berkurang.

“Sekarang pembelian banyak langsung ke pengepul untuk kebutuhan MBG. Kami sebagai pedagang kecil jadi kesulitan mendapatkan barang, sehingga stok menipis dan harga ikut naik,” ujarnya, Minggu (8/2).

Selain telur, harga ayam potong juga mengalami kenaikan. Berdasarkan pantauan DKPP, harga ayam naik dari Rp30.000 menjadi Rp32.500 per kilogram. Sementara di Pasar Pamenang Pare, harga ayam bahkan melonjak hingga Rp38.000 per kilogram.

Pelaksana Tugas Kepala DKPP Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih, menegaskan bahwa stok pangan di Kabupaten Kediri masih mencukupi hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri. Ia mengimbau masyarakat agar tetap berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan.

Berita Terkait :  Ngopi dan Ganti Oli Gratis, Bentuk Kedekatan Polres Mojokerto dengan Ojol

“Dari data ketersediaan, semua bahan pokok di Kabupaten Kediri aman. Jadi tidak perlu panic buying atau menyimpan berlebihan, karena stok akan tetap tersedia hingga Ramadan dan hari raya,” tegasnya.

Tutik mengakui, aktifnya kembali program MBG turut mendorong peningkatan konsumsi pangan hingga 10-20 persen. Kondisi ini menyebabkan tekanan pada pasokan, terutama ketika produksi tidak bertambah secara signifikan.

“Ketika kebutuhan meningkat cukup tinggi sementara stok relatif tetap, tentu berpengaruh terhadap pergerakan harga,” jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi, DKPP berkoordinasi dengan pelaku usaha dan peternak untuk tidak mengurangi volume produksi, khususnya pada komoditas ayam. Peternak diminta tetap mengisi kandang secara optimal agar suplai tetap terjaga.

Pemerintah daerah juga menyiapkan tambahan pasokan pangan dan LPG, sekaligus memprioritaskan pemenuhan kebutuhan masyarakat Kabupaten Kediri sebelum distribusi ke luar daerah. “Kami minta pedagang dan distributor mencukupi kebutuhan daerah terlebih dahulu. Jangan sampai wilayah sendiri justru kekurangan pasokan,” imbuh Tutik.

Di sisi pengawasan, DKPP menegaskan pedagang wajib mematuhi Harga Eceran Tertinggi (HET). Jika ditemukan pelanggaran, Satgas Pangan bersama Polres Kediri akan melakukan penindakan sesuai Surat Keputusan Badan Pangan Nasional Nomor 4 Tahun 2026. “Penindakan akan dilakukan bagi siapa pun yang menjual di atas HET. Ini bagian dari komitmen menjaga stabilitas harga dan melindungi konsumen,” tandasnya.

Untuk menekan gejolak harga, DKPP bersama Satgas Pangan juga rutin menggelar Gerakan Pangan Murah di sejumlah titik guna menjaga keterjangkauan harga sekaligus menstabilkan pasokan menjelang Ramadan.[van.nov.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru