27 C
Sidoarjo
Friday, February 6, 2026
spot_img

Pemkot Surabaya Gandeng 32 PTN/PTS, Siapkan Beasiswa untuk 24.000 Mahasiswa Prasejahtera

Surabaya, Bhirawa
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menjalin kerja sama strategis bersama 8 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan 24 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Lobby Balai Kota Surabaya.

Kerja sama ini tersebut bertujuan pada pemberian beasiswa berupa bantuan biaya perkuliahan bagi mahasiswa dari keluarga prasejahtera di Kota Pahlawan. Kamis, (5/2)

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengukapkan kebijakan tersebut ialah wujud nyata implementasi Pancasila dan gotong royong membangun kota, jumlah PTN dan PTS yang mengikuti kerja sama akan terus bertambah secara bertahap.

“Sekitar 32 perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, yang menandatangani kerja sama, dan jumlahnya akan terus bertambah secara bertahap,” ujarnya.

Lanjut Eri mengatakan jangkauan bantuan pendidikan tahun ini meningkat dari 3.000 mahasiswa menjadi 24.000 mahasiswa, peningkatan tidak lepas adanya evaluasi sistem dan kolaborasi dengan pihak kampus, pendanaan bantuan pendidikan Pemkot Surabaya telah menyiapkan sekitar Rp150 miliar sampai Rp200 miliar pada tahun 2026,” jelas Eri.

Kebijakan diprioritaskan bagi keluarga prasejahtera (Desil 1-5) dengan prinsip satu keluarga minimal satu sarjana untuk memutus rantai kemiskinan, tambah Eri, kerja sama dengan kampus mematahkan anggapan bahwa perguruan tinggi negeri tidak dapat melakukan perubahan karena kebijakan Uang Kuliah Tunggal (UKT) sepenuhnya merupakan kewenangan pemerintah pusat dan pihak kampus.

Eri berpesan pada para mahasiswa menerima bantuan biaya perkuliahan untuk tidak merasa rendah diri sebab berasal dari keluarga kurang mampu.

Berita Terkait :  Diskominfo Kota Mojokerto Sosialisasikan e-Katalog untuk Perusahaan Pers

“Dengan mendapatkanya beasiswa kalian harus menunjukan bahwa kalian adalah generasi emas, belajarlah sungguh-sungguh supaya kelak, bisa menjadi pemimpin Kota Surabaya,” imbunya.

Rektor UNESA, Prof. Nurhasan mengapresiasi tinggi atas program ini, ia sebut sebagai “ide gila yang luar biasa” dimana kelemahan bangsa selama ini kurangnya fokus dan sulitnya bekerja sama tapi Kota Surabaya berhasil mendobrak hal tersebut.

“ini program luar biasa memutus rantai kemiskinan melalui SDM unggul, UNESA siap mendukung penuh, berapapun kuota yang ditugaskan oleh Pak Wali,” tutur Prof. Nurhasan. [ren.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru