27 C
Sidoarjo
Friday, February 6, 2026
spot_img

Bupati Bondowoso Buka ICD 2026, Dorong Kolaborasi Internasional Penguatan Desa

Bondowoso, Bhirawa
Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, secara resmi membuka kegiatan International Community Development (ICD) 2026 di Kabupaten Bondowoso, Kamis (5/26).

Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi internasional dalam pengembangan masyarakat berbasis potensi lokal dan pemberdayaan desa.

Acara tersebut diikuti oleh sivitas akademika Universitas Negeri Surabaya (UNESA), mahasiswa internasional, serta narasumber dari Korea Selatan, Uzbekistan, Australia, Malaysia, dan Filipina. Program ini juga didukung pendanaan dari EQUITY-LPDP.

Dalam sambutannya, Bupati Abdul Hamid Wahid menyampaikan apresiasi atas kepercayaan UNESA yang menjadikan Bondowoso sebagai mitra strategis pelaksanaan ICD 2026.

“Kolaborasi antara akademisi, mahasiswa, dan masyarakat menjadi motor penggerak pembangunan daerah,” ujarnya.

Ia menegaskan, ICD 2026 merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam mendorong internasionalisasi pendidikan dan penguatan pembangunan daerah.

Abdul Hamid juga memaparkan potensi alam Bondowoso yang tergabung dalam kawasan Ijen Geopark yang telah diakui UNESCO, termasuk fenomena Blue Fire Kawah Ijen sebagai ikon wisata internasional.

“Potensi alam dan budaya ini menjadi modal utama pengembangan pariwisata berkelanjutan,” katanya.

Di sektor ekonomi, ia menyoroti peran pertanian dan ketahanan pangan sebagai fondasi daerah. Bondowoso dikenal sebagai penghasil kopi unggulan “Bondowoso Republik Kopi”, khususnya Arabika Ijen Raung yang telah memiliki Sertifikat Indikasi Geografis.

Selain itu, Lora Hamid sapaan karibnya itu menekankan pentingnya tata kelola desa yang akuntabel serta peningkatan literasi digital bagi generasi muda.

Berita Terkait :  DPRD Jatim Bongkar Kekurangan Gaji dan Tunjangan Guru Rp15,5 Miliar

“Pemuda desa harus mampu memanfaatkan teknologi untuk memasarkan potensi lokal tanpa meninggalkan nilai budaya,” ujarnya.

Ia berharap ICD 2026 mampu mendorong transfer pengetahuan, lahirnya solusi inovatif, serta memperluas promosi daerah di tingkat internasional.

“Saya berharap para delegasi dapat menjadi duta Bondowoso di negara masing-masing,” tambahnya.

Kegiatan ICD 2026 dijadwalkan berlangsung selama tiga hari dengan agenda pengabdian masyarakat, diskusi ilmiah, dan kunjungan lapangan ke sejumlah desa dan destinasi wisata.

Sementara itu, Kepala Baperida Bondowoso, Anisatul Hamidah, menyampaikan bahwa kolaborasi Pemkab Bondowoso dengan UNESA mencakup dua agenda utama, yakni program pelatihan dan pengabdian kepada masyarakat.

“Pelatihan difokuskan di kawasan Ijen dengan sasaran ibu-ibu, generasi muda, petani, dan peternak,” ujarnya.

Selain itu, kerja sama juga meliputi penguatan ekonomi, pendampingan sertifikasi halal, sekolah ramah anak, serta penguatan sumber daya manusia melalui 12 tema pengabdian masyarakat.

Menurutnya, sinergi dengan perguruan tinggi menjadi strategi penting di tengah keterbatasan anggaran daerah. “Kami mendorong setiap kebijakan berbasis riset dan data yang kuat,” katanya.

Perempuan yang akrab disapa Anis itu menambahkan, kerja sama ini juga bertujuan memetakan dan mengembangkan potensi ekonomi dan pendidikan daerah secara berkelanjutan.

Ia berharap kolaborasi serupa dapat diperluas dengan perguruan tinggi lain, sejalan dengan visi Bondowoso sebagai pusat Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Selain itu, UNESA juga akan memberikan pelatihan pengolahan hasil pertanian dan peternakan, termasuk pengolahan pupuk kandang dan peningkatan nilai tambah produk pertanian.

Berita Terkait :  Jatim Fest 2024 jadi Katalisator Pertumbuhan UMKM Jatim

“Petani didorong tidak hanya menjual hasil panen mentah, tetapi mengolahnya menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi,” pungkasnya. [san.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru