Sumenep, Bhirawa
Wajah layanan kesehatan di RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep kini tak lagi sama seperti beberapa tahun lalu. Jika dulu pasien harus datang pagi-pagi demi mendapatkan antrean, kini sebagian proses itu bisa dilakukan dari genggaman tangan.
Perubahan itu bukan sekadar pembaruan sistem, melainkan bagian dari transformasi besar yang mengantarkan rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Sumenep tersebut meraih Akreditasi Paripurna Bintang Lima, predikat tertinggi dalam sistem akreditasi rumah sakit nasional. Pada saat yang sama, statusnya pun meningkat menjadi rumah sakit tipe B.
Peningkatan status tersebut menjadikan RSUD dr. H. Moh. Anwar tidak hanya berperan melayani masyarakat Sumenep, tetapi juga semakin siap menerima pasien rujukan dari luar kabupaten, khususnya di wilayah Madura.
Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, mengatakan capaian itu sebagai hasil kerja kolektif seluruh jajaran rumah sakit yang terus berbenah dari sisi manajemen hingga pelayanan langsung kepada pasien.
“Akreditasi Paripurna ini adalah buah dari kerja keras bersama. Ini bukan tujuan akhir, tetapi pijakan untuk terus meningkatkan mutu dan keselamatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” kata dr. Erliyati, Selasa (3/02).
Salah satu perubahan paling terasa terjadi pada sistem pelayanan berbasis digital. Kini, pasien dapat mendaftar secara daring tanpa harus lama mengantre di loket pendaftaran. Nomor antrean pun bisa diperoleh lebih tertib, sehingga waktu tunggu pelayanan dapat ditekan. Digitalisasi itu terhubung melalui Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) yang telah terintegrasi di hampir seluruh unit layanan.
Mulai dari pendaftaran, poliklinik, laboratorium, hingga instalasi farmasi, semuanya berada dalam satu alur sistem yang saling terhubung. Bagi tenaga kesehatan, sistem ini mempermudah koordinasi sekaligus mempercepat pengambilan keputusan medis. Data pasien dapat diakses lebih cepat melalui Rekam Medis Elektronik (RME), sehingga riwayat pemeriksaan, diagnosis, hingga tindakan medis terdokumentasi dengan rapi dan aman.
“Digitalisasi membawa perubahan signifikan. Proses layanan menjadi lebih cepat, koordinasi antarunit lebih efektif, dan data medis pasien tersimpan dengan baik,” jelasnya.
Dengan dukungan sistem yang semakin tertata serta kelengkapan layanan yang terus ditingkatkan, RSUD dr. H. Moh. Anwar kini juga lebih siap menangani kasus-kasus kesehatan yang lebih kompleks. Kondisi ini membuat kebutuhan rujukan pasien ke luar daerah dapat ditekan. Status sebagai rumah sakit tipe B memperkuat posisi RSUD dr. H. Moh. Anwar sebagai salah satu pusat rujukan regional. Bagi masyarakat, hal ini berarti akses terhadap layanan spesialistik menjadi lebih dekat dan lebih cepat.
“Dengan status rumah sakit tipe B dan sistem layanan yang terintegrasi, kami semakin siap menangani pasien rujukan dan memberikan layanan kesehatan yang optimal,” paparnya.
Transformasi yang dijalankan RSUD dr. H. Moh. Anwar menunjukkan bahwa peningkatan kualitas layanan kesehatan tidak hanya soal gedung dan alat medis, tetapi juga tentang sistem, manajemen, dan komitmen sumber daya manusia di dalamnya.
Kini, di tengah tuntutan layanan kesehatan yang semakin cepat dan akurat, RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep menegaskan diri sebagai rumah sakit daerah yang terus bergerak maju, mengikuti perkembangan teknologi, sekaligus menjaga standar keselamatan dan mutu pelayanan bagi masyarakat. [sul.kt]

