Kabupaten Pasuruan, Bhirawa
BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) air minum terus memperkuat kinerja sebagai peningkatan pelayanan publik dan kemandirian fiskal.
Di Kabupaten Pasuruan, Perumda Air Minum Giri Nawa Tirta menargetkan kontribusi pendapatan asli daerah (PAD) tahun 2026 sebesar Rp3,6 miliar.
Direktur Perumda Air Minum Giri Nawa Tirta Kabupaten Pasuruan, Za’ari menyampaikan target tersebut disusun berdasarkan tren kinerja positif perusahaan dalam beberapa tahun terakhir. Untuk 2025 target PAD sebesar Rp3 miliar berhasil terlampaui dengan realisasi mencapai Rp 3,3 miliar.
“Kami optimistis target PAD tahun ini bisa tercapai meski nilainya dinaikkan,” ujar Za’ari, Selasa (2/2).
Menurut Za’ari, salah satu faktor utama peningkatan kinerja keuangan adalah keberhasilan perusahaan menekan tingkat kehilangan air atau non-revenue water (NRW). Kebocoran jaringan tak hanya meningkatkan biaya operasional, namun juga menggerus potensi pendapatan.
“Saat kebocoran bisa diturunkan, air yang sebelumnya hilang bisa kami distribusikan ke pelanggan dan berdampak langsung pada pendapatan,” paparnya.
Saat ini, tingkat kebocoran air di Perumda Giri Nawa Tirta berhasil ditekan hingga sekitar 25 persen dan ditargetkan terus turun melalui program peremajaan pipa-pipa tua serta perawatan jaringan secara berkala.
“Secara nasional, standar ideal memang di bawah 25 persen dan itu yang terus kami kejar,” jelasnya.
Selain menekan NRW, strategi lain yang diterapkan adalah efisiensi belanja perusahaan. Pengeluaran yang dinilai tidak prioritas dipangkas untuk memastikan setiap rupiah anggaran berkontribusi langsung pada peningkatan layanan dan kinerja keuangan.
“Tentu, kegiatan yang kurang efektif dan boros kami kurangi agar pengeluaran lebih tepat sasaran,” kata Za’ari.
Tentu saja, peningkatan PAD juga harus didorong oleh bertambahnya jumlah pelanggan seiring membaiknya kualitas layanan. Respons cepat terhadap keluhan pelanggan menjadi salah satu faktor meningkatnya kepercayaan masyarakat.
“Pada sisi pelayanan kami perkuat. Ketika ada keluhan, harus cepat dan tuntas di lapangan,” tegasnya.
Hingga kini, jumlah sambungan rumah Perumda Giri Nawa Tirta telah mencapai sekitar 44.000 pelanggan. Kerja sama dengan sektor usaha dan industri juga turut meningkatkan volume pemakaian air secara signifikan. [hil.kt]

