24 C
Sidoarjo
Wednesday, February 4, 2026
spot_img

Inflasi Jatim Januari 2026 Capai 3,29 Persen, Tarif Listrik Jadi Pemicu Utama

Pemprov Jatim, Bhirawa
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur mencatat inflasi tahunan (year on year/y-on-y) sebesar 3,29 persen pada Januari 2026. Kenaikan tersebut tercermin dari naiknya Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 106,53 pada Januari 2025 menjadi 110,03 pada Januari 2026.

Meski secara tahunan mengalami inflasi, secara bulanan (month to month/m-to-m) dan tahun berjalan (year to date/y-to-d), Jawa Timur justru mencatat deflasi sebesar 0,20 persen.

Plt Kepala BPS Jawa Timur melalui Statistisi Ahli Madya, Ike Rahayu Sri saat menyampaikan menjelaskan bahwa inflasi y-on-y terjadi akibat kenaikan harga pada hampir seluruh kelompok pengeluaran.

“Kenaikan tertinggi terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 17,24 persen, disusul kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 12,94 persen,” jelasnya, saat menyampaikan rilis , Senin (2/2/2026),

Selain itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau naik 1,07 persen; kesehatan 1,72 persen; pendidikan 1,77 persen; transportasi 1,03 persen; serta penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,21 persen.

Satu-satunya kelompok yang mengalami penurunan indeks adalah informasi, komunikasi, dan jasa keuangan yang mengalami deflasi 0,34 persen.

BPS mencatat sejumlah komoditas menjadi penyumbang utama inflasi tahunan. Di antaranya tarif listrik, emas perhiasan, beras, mobil, Sigaret Kretek Mesin (SKM), bahan bakar rumah tangga, daging ayam ras, telur ayam ras, hingga biaya pendidikan perguruan tinggi.

Berita Terkait :  Raja Property Indonesia di Australia Satukan Visi dan Misi Gandeng Bos Restaurant Nasi Bungkus Sydney

Sebaliknya, beberapa komoditas justru menahan laju inflasi, seperti cabai rawit, cabai merah, bawang putih, ikan mujair, bensin, dan bawang merah yang memberikan andil deflasi.

Pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau, inflasi y-on-y tercatat 1,07 persen. Komoditas yang dominan menyumbang inflasi antara lain beras sebesar 0,21 persen dan rokok SKM sebesar 0,07 persen.

Sementara itu, deflasi bulanan Januari 2026 terutama dipicu oleh turunnya harga cabai rawit, daging ayam ras, bawang merah, dan cabai merah.
.
Dari sisi wilayah, seluruh 11 kabupaten/kota IHK di Jawa Timur mengalami inflasi tahunan. Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Sumenep sebesar 5,06 persen dengan IHK 114,21. Sedangkan inflasi terendah terjadi di Kabupaten Gresik sebesar 2,35 persen dengan IHK 107,83.

“Secara umum, tekanan inflasi di awal tahun masih terkendali. Namun kenaikan tarif listrik dan harga emas menjadi faktor utama yang perlu mendapat perhatian,” ungkap BPS.

Dengan capaian tersebut, tingkat inflasi Jawa Timur pada Januari 2026 tercatat masih berada dalam kisaran target inflasi nasional, meski pemerintah daerah diimbau tetap menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok pada bulan-bulan mendatang.[rac.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru