24 C
Sidoarjo
Wednesday, February 4, 2026
spot_img

Angin Kencang Diduga Penyebab Plafon SMPN 60 Surabaya Ambruk


Surabaya, Bhirawa
Sekolah SMP Negeri 60 Kota Surabaya mengalami insiden plafon satu kelas runtuh diperkirakan akibat tekanan angin kuat mengakitakan langit-langit rapuh.

Kejadian berlangsung saat aktivitas belajar mengajar, peristiwa tersebut tidak ada korban luka, para siswa langsung di evakuasi dan melajutkan kegiatan pembelajaran sementara ke ruang laboratorium serta perpustakaan. Rabu, (28/1)

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras) Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Ahmad Syahroni mengukapkan, peristiwa terjadi sekitar pukul 07.00 WIB, dimana kejadian siswa kelas VII E tengah mengikuti pembelajaran literasi.

“Tekanan angin di lantai tiga gedung SMPN 60 Surabaya cukup tinggi dan menyebabkan plafon terdorong ke bawah, memang tekanan anginnya tinggi di lantai tiga, setelah kita cek peluang angin masuk dari atasnya plafon, angin menekan ke bawah,” jelasnya.

Lanjut Syahroni menyampaikan plafon runtuh diketahui berbahan gypsum, dan sudah berusia cukup lama, Dispendik Surabaya mematikan akan menggantinya dengan material yang lebih ringan.

“Nanti plafon akan kita tutup, terus akan kita ganti bahan yang beda, yang ringan, soalnya bahan gymsum mengakibatkan runtuh akibat berat, kondisi besinya itu lurus, gak ada yang bengkok, gak ada yang bocor,” katanya.

Syahroni mengatakan jumlah siswa di kelas sekitar 32 anak, meski tidak ada yang tertimpa secara langsung, sejumlah siswa sempat mengalami trauma dan kepanikan.

“Sudah ada penanganan dari Puskesmas sama DP5APPKB (Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana), psikolog yang menenangkan anak-anak dan memastikan siswa tdaik ada mengalami luka fisik.

Berita Terkait :  Kenalkan Teknologi Full Foil Packaging, Sambal Ikan Asap Probolinggo Siap Go International

Syahroni menambahkan kegiatan belajar siswa kelas VII E sementara dipindahkan ke ruang lain di ruang lab maupun dan perpustakaan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya juga disiagakan di lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan cuaca ekstrem lanjutan. “BPBD juga ada di lokasi siap siaga, kalau nanti ada angin kencang lanjutan,” imbuhnya.

Ketua Tim Operasional Kedaruratan BPBD Kota Surabaya, Arief Sunandar, menjelaskan memang rutuhnya platfon SMP Negeri 60 Surabaya diduga akibat karena cuaca ekstrem dan angin cukup kencang.

“BPBD Kota Surabaya langsung mengerahkan tim terdekat ke lokasi kejadian, petugas gabungan bersama pihak sekolah segera melakukan pembersihan reruntuhan, mengevakuasi siswa, serta memasang garis pembatas karena lokasi dinilai masih berpotensi membahayakan, beberapa kelas di sekitar area runtuh juga kami kosongkan untuk dilakukan pengecekan keamanan,” pungkasnya.

Arief mengatisipasi cuaca ekstrem, terutama hujan berpotensi kembali turun, kami dari BPBD Kota Surabaya mendirikan tenda darurat di halaman olahraga sekolah, tenda disiapkan sebagai ruang belajar sementara supaya kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dengan aman.

“BPBD memastikan akan melakukan pengecekan lanjutan terhadap seluruh plafon ruang kelas di lantai tiga guna mencegah kejadian serupa terulang,” ungkap Arif.

Sementara itu, salah satu siswa kelas 7 SMPN 60 Surabaya, Aulia, menceritakan kejadian membuat suasana kelas panik.

“Saat itu kami lagi mengerjakan tugas, tiba-tiba atapnya roboh, ada tiga teman saya yang tertimpa, mereka sesak napas dan trauma,” kata Aulia. [ren.kt]

Berita Terkait :  Pemkab Situbondo Gelar Konvensi Hak Anak Sesuai Konvensi PBB

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru