Pemkab Situbondo, Bhirawa
Pemerintah pusat menyalurkan bantuan becak listrik kepada warga Situbondo sebagai upaya memperkuat ekonomi rakyat sekaligus mengurangi kemiskinan struktural di sektor transportasi informal.
Penyaluran bantuan becak listrik tersebut berlangsung di Pendopo Pate Alos, Besuki, bantuan dari Presiden Prabowo Subianto itu disalurkan melalui Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) dan diserahkan oleh Wakil Ketua Umum GSN Nanik Sudarwati Deyang.
Pada tahap awal, sebanyak 200 unit becak listrik disalurkan kepada penarik becak di Situbondo. Nanik mengatakan, bantuan tersebut merupakan bagian dari program nasional penyediaan becak listrik yang secara bertahap akan diselesaikan hingga 2028.
“Untuk tahap pertama di Situbondo kami berikan 200 unit, selanjutnya akan ditambah sesuai pendataan dari pemerintah daerah,” ujar Nanik.
Menurut Nanik, pada tahun 2025 Presiden Prabowo telah memesan sekitar 70.000 unit becak listrik, namun sebagian masih dalam proses produksi. Produksi lanjutan direncanakan sebanyak 25.000 unit, kemudian dilanjutkan pada 2027 dan 2028 hingga seluruh pesanan terpenuhi.
Nanik menegaskan, program becak listrik berangkat dari komitmen Presiden Prabowo untuk meningkatkan martabat pekerja sektor informal.
“Prinsip Pak Presiden, masyarakat tidak boleh mencari nafkah dengan mengandalkan tarikan raga manusia. Becak listrik ini diharapkan meringankan beban kerja dan meningkatkan pendapatan keluarga penerima,” katanya.
Secara teknis, becak listrik memiliki jarak tempuh hingga 80 kilometer dalam sekali pengisian daya dan mampu mengangkut dua penumpang dewasa. Waktu pengisian daya sekitar tujuh jam, dengan kebutuhan listrik relatif rendah, yakni 450 watt. “Sehingga terjangkau bagi pengemudi becak,” pungkas Nanik.
Sementara itu Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo yang juga hadir dalam distribusi becak listrik ini menyatakan bantuan tersebut memberikan dampak langsung bagi pengentasan kemiskinan.
“Senang sekali. Ini bukan sekadar ide, tetapi aksi nyata. Warga kita mendapatkan alat kerja yang layak untuk meningkatkan penghasilan keluarga,” ujar bupati yang akrab disapa Mas Rio itu.
Mas Rio menambahkan, kualitas becak listrik dinilai baik dan memiliki nilai ekonomi tinggi, sehingga diharapkan benar-benar dimanfaatkan untuk bekerja.
“Pesan saya jelas, jangan dijual. Bantuan ini diberikan Presiden untuk membantu ekonomi keluarga penerima,” kata Mas Rio.
Selain sebagai alat transportasi harian, Pemkab Situbondo juga mendorong pemanfaatan becak listrik sebagai becak wisata, seiring pengembangan kawasan kota dan destinasi wisata daerah.
“Untuk mendukung operasional, pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan PT PLN (Persero) terkait penyediaan fasilitas pengisian daya di sejumlah wilayah Situbondo,” ujar Mas Rio.
Selanjutnya, pendataan penerima lanjutan akan dilakukan oleh Dinas Perhubungan, disertai penyusunan regulasi penggunaan becak listrik bersama aparat kepolisian.
“Kami ingin bantuan ini benar-benar aman, berkelanjutan, dan berdampak pada penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Situbondo,” pungkas Mas Rio. (awi.dre)

