Tulungagung, Bhirawa
Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, akhirnya bersedia menjadi Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Tulungagung . Ia terpilih sebagai ketua dalam Musda Dekopinda Tulungagung yang berlangsung di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Minggu (25/1) siang kemarin.
Namun demikian, meski sudah terpilih sebagai Ketua Dekpoinda Tulungagung untuk lima tahun ke depan, Bupati Gatut Sunu mengaku dipaksa untuk menjabat jabatan itu.
”Saya dipaksa untuk menjadi ketua,” katanya usai acara FKP Rancangan Awal RKPD Kabupaten Tulungagung Tahun 2027 di Ruang Praja Mukti Kantor Bupati Tulungagung, Senin (26/1) siang.
Menurut mantan Wabup Tulungagung ini, sebenarnya dirinya tidak ingin masuk ke dalam Dekopinda Tulungagung. ”Itu permintaan dari teman-teman yang ada mis komunikasi antar pengurus koperasi sehingag saya di dapuk,” terangnya.
Atas permintaan seluruh pengurus koperasi se-Tulungagung itu, lanjut Bupati Gatut Sunu, akhirnya ia bersedia menjadi Ketua Dekopinda Tulungagung dengan syarat masing-masing kubu bisa bersatu dan punya niatan yang sama untuk maju bersama.
”Dan teman-teman anggota menyatakan kesiapannya. Dengan senang hati, tujuannya satu mempersatukan teman-teman yang tujuannya satu untuk memajukan koperasi di Tulungagung,” paparnya.
Diberitakan sebelumnya, Ketua Dekopinda Jawa Timur, Slamet Sutanto, saat menyampaikan sambutannya di Musda Dekopinda Tulungagung sempat meminta kesediaan Bupati Gatut Sunu untuk menjadi Ketua Dekopinda Tulungagung yang baru.
”Menjadi Ketua Dekopinda bukan sebagai bupati, tetapi sebagai Gatut Sunu,” pintanya.
Permintaan Slamet Sutanto ini tidak langsung mendapat respon dari Bupati Gatut Sunu. Mantan Wabup Tulungagung itu tampak enggan mengomentarinya.
Informasi yang diperoleh menyebutkan Bupati Gatut Sunu memang digadang-gadang untuk menjadi Ketua Dekopinda Tulungagung periode tahun 2026 – 2031. Apalagi, Ketua Dekopinda Tulungagung periode tahun 2021 – 2026 , Nyadin, mengaku tidak mencalonkan lagi sebagai calon Ketua Dekopinda Tulungagung. [wed.fen]

