Kediri, Bhirawa
Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, menyiapkan 344 armada transportasi untuk mendukung pemulangan santri ke 70 daerah tujuan di berbagai wilayah Indonesia menjelang masa libur panjang pesantren.
Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, KH. Abdul Muid Shohib, mengatakan bahwa masa liburan santri Tahun 2026 dimulai pada Kamis, 29 Januari 2026 dan akan berakhir pada Senin, 6 April 2026, bertepatan dengan 17 Syawal 1447 Hijriah.
“Liburan santri dimulai sejak 10 Sya’ban hingga 17 Syawal. Kami berharap selama berada di rumah, para santri tetap menjaga adab, akhlak, serta membawa nama baik Pondok Pesantren Lirboyo di tengah masyarakat,” ujar Gus Muid, Minggu (25/1).
Ia menjelaskan, jumlah santri yang mengikuti pemulangan tahun ini mencapai 17.300 orang, terdiri dari santri putra dan putri yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Proses pemulangan dilakukan secara bertahap untuk menjaga ketertiban dan kelancaran.
Dalam pelaksanaannya, pesantren menggunakan berbagai moda transportasi, antara lain bus, kendaraan elf, mobil pribadi, kapal laut, dan pesawat, dengan bus sebagai moda transportasi utama.
“Total armada yang kami siapkan sebanyak 344 unit, disesuaikan dengan kebutuhan rute dan daerah tujuan santri. Secara keseluruhan terdapat sekitar 70 titik pemulangan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia,” jelasnya.
Menurut Gus Muid, pemulangan santri dilaksanakan selama dua hari, yakni Kamis-Jumat, 29-30 Januari 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga 21.00 WIB, guna menghindari penumpukan di area pesantren.
Untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib, pihak pesantren membentuk tim khusus pemulangan santri yang melibatkan pengurus pesantren serta dibantu oleh para alumni Pondok Pesantren Lirboyo dari berbagai daerah.
Pihak pesantren juga mengimbau para wali santri agar mematuhi jadwal penjemputan yang telah ditetapkan demi menjaga keamanan, kenyamanan, dan kelancaran selama proses pemulangan berlangsung. [van,nov.wwn]

