Helmy Yahya dan Scorpi Filia Setri saat menjadi pembicara di Seminar Economic Outlook 2006, sabtu (24/1).
Tulungagung, Bhirawa.
Kepala BP Rebana yang juga presenter kondang, Helmy Yahya, mengapresiasi perusahaan kosmetik di Tulungagung yang saat ini terus bertumbuh kembang dan menembus pangsa pasar internasional. Terlebh perusahaan tersebut tetap peduli untuk bermitra dengan usaha mikro, kecl dan menengah (UMKM).
“Mari kita dukung di tengah serbuan investor dari China dan Korea. Kita dukung pabrik bangsa kita sendiri. Pabrik (di Tulungagung) ini bagus, keren banget dan higienis bersih,” ujarnya usai menjadi pembicara di Seminar Economic Outlook 2006 di Pabrik PT Mash Moshem Indonesia di Kecamatan Rejotangan, Tulungagung, Sabtu (24/1) sore.
Menurut dia, saat ini banyak brand (merek) besar yang tidak memproduksi produknya sendiri. Termasuk di industri kosmetik. PT Mash Moshem Indonesia merupakan salah satu perusahaan maklon bidang industri kecantikan yang mengerjakan produk berdasarkan kontrak permintaan dari pemilik merek.
“Banyak brand besar tidak melakukan produksi sendiri. Mereka lebih fokus pada branding dan distribusi. Soal produksi diserahkan pada perusahaan khusus yang membidangi produksi seperti PT Mash Moshem Indoensia,” jelasnya.
Helmy Yahya yang dijuluki Raja Kuis Indonesia ini juga mengapresiasi keberadaan pabrik PT Mash Moshem Indonesia yang berada di wilayah Tulungagung. Keberadaan pabrik di daerah kabupaten yang belum banyak dilirik oleh pengusaha besar tersebut akan membuat Tulungagung sebagai daerah aglomerasi.
“Tulungagung harus bersyukur. Kita mau mengajak Bupati Tulungagung dan Kepala Dinas Pariwisata untuk bertemu. Seperti sekarang ada tour dari JCI (Junior Chmaber Internasional) East Jawa, mereka dalam tour ini mendapat insipirasi, ilmu pengetahuan, sharing, dan dapat ide. Selain juga keinginan untuk berbisnis kecantikan,” tuturnya.
Sementara itu, CEO PT Mash Moshem Indoesia, Scorpi Filia Setri, mengungkapkan jika selama ini perusahaannya selain memasok untuk brand nasional dan internasional, juga sudah bermitra dengan UMKM.
“UMKM sangat kami bantu. Kita sama dari kecil bareng (besama), gede (besar) pun kita bareng sampai sekarang,” ujarnya.
Filia yang asli kelahiran Tulungagung ini mengatakan dapat melayani order dari UMKM yang jumlah pesanannya hanya 100 buah. “Ini untuk menjembatani UMKM yang dengan modal minim agar dapat beranjak naik. Hanya dengan 100 pieces (buah) sudah punya brand sendiri dan rentang biayanya Rp 10 juta,” tambahnya.
Saat ini PT Mash Moshem Indonesia menangani produksi setidaknya 1.700 brand di Indonesia dan mancanegara serta 7.000 SKU (Stok Keeping Unit) varian produk mulai dari skin care, body care, make up, hair care dan baby care.
PT Mash Moshem Indonesia berdiri sejak tahun 2011 di Tulungagung dan kini sudah mengembangkan sayapnya ke Surabaya dan Jakarta. Sedang jumlah tenaga kerjanya di Tulungagung sebanyak 150 orang, sementara di Surabaya dan Jakarta juga 150 orang. (wed.hel)

