32 C
Sidoarjo
Wednesday, February 4, 2026
spot_img

Genangan Banjir Ganggu Jaringan di Kabupaten Probolinggo, Dua Trafo Dipadamkan Sementara

Kabupaten Probolinggo, Bhirawa
Pemadaman listrik yang terjadi di Desa Opo-Opo, Kecamatan Krejengan, Rabu (21/1) petang, dipastikan sebagai langkah pengamanan PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kraksaan menyusul banjir yang menggenangi permukiman warga serta gangguan jaringan akibat cuaca ekstrem.

PLN mentargetkan aliran listrik kembali normal pada Kamis (22/1) sore, setelah kondisi dinyatakan aman dan proses perbaikan jaringan selesai. Estimasi waktu pekerjaan diperkirakan sekitar lima jam.

Koordinator Jaringan Teknik (Jantik) PLN ULP Kraksaan, Riza Cipta menjelaskan, listrik sempat dinyalakan kembali pada Rabu (21/1) malam. Namun, karena genangan air belum sepenuhnya surut dan adanya permintaan warga setempat, aliran listrik kembali dipadamkan demi keselamatan.

”Secara teknis listrik sebenarnya sudah bisa menyala. Tetapi karena kondisi air masih tinggi dan demi menghindari risiko, aliran kami padamkan kembali atas pertimbangan keselamatan,” ujar Riza.

Riza menambahkan, keputusan tersebut juga sejalan dengan arahan internal PLN untuk memprioritaskan aspek keamanan di wilayah rawan banjir. Selain genangan air, gangguan jaringan juga dipicu cuaca ekstrem yang disertai petir.

”Pada malam kejadian terjadi sambaran petir yang mengakibatkan salah satu kabel jaringan terputus,” jelasnya.

Akibat peristiwa ini, dua unit trafo di wilayah Desa Opo-Opo terdampak dan sempat tidak beroperasi. Meski demikian, secara teknis kedua trafo tersebut telah siap untuk dinormalkan kembali.

”Ada dua trafo yang padam. Hari ini kami targetkan bisa kembali menyala karena air sudah surut dan kondisi lingkungan dinyatakan aman oleh warga,” terangnya.

Berita Terkait :  Safari Ramadan, Wakil Kota Batu Sosialisasi Kanaikan Insentif RT RW

Sebagai langkah antisipasi, PLN juga telah memasang perangkat Cut Out (CO) di wilayah tersebut. Perangkat pengaman ini berfungsi memutus aliran listrik secara otomatis saat terjadi gangguan, terutama di kawasan yang kerap terdampak banjir.

”Dengan CO, jika terjadi gangguan akibat banjir atau faktor lain, sistem akan langsung memutus arus secara otomatis sehingga risiko bisa diminimalkan,” tambah Riza.

PLN mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bahaya kelistrikan saat banjir serta segera melapor kepada petugas jika menemukan gangguan jaringan, terutama di wilayah rawan bencana. [fir.fen]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru