Gresik, Bhirawa
Longsor plengsenganjembatan penghubung antara RW 1 dan RW 4, Kelurahan Indro Kecamatan Kebomas. Membuat plengsengan sungai yang berada di jembatan meningkatnya volume, dan debit air secara drastis. Sehingga dalam waktu dekat harus dilakukan perbaikan, supaya tidak berdampak pada aktifitas warga.
Menurut Camat Kebomas Gresik, Tri Joko Efendi, meski mengalami longsor, hingga saat ini jembatan tersebut masih dapat dilewati oleh warga. Namun akses jalan tetap berhati-hati, karena sebagian sisi jalan terdampak longsoran. Warga diminta untuk tetap berhati-hati saat melintas, terutama pada saat hujan. Untuk saat ini sudah dilakukan sosialisasi kepada warga, terkait langkah-langkah itu.
”Sudah cek kelosasi longsor yang terjadi di jembatan, akibat hujan deras. Berdampak plengsengan sungai iti kena longsor, untuk plengsengan sungai yang longsor memiliki panjang sekitar 50 meter dengan tinggi kurang lebih 3 meter. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian badan jalan di sekitar jembatan, ikut terkikis dan ambles,” ujarnya.
Untuk penanganan pekerjaan akan dilakukan oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Gresik, Perkiraan alokasi anggaran yang dibutuhkan untuk perbaikan plengsengan dan jalan tersebut mencapai sekitar Rp200 juta.
”Pada saat terjadi longsor, sudah dilakukan kerja bakti bersma warga. Sambil menunggu perbaikan dari Perkim, jika urgent akan minta bantuan kepada BPBD Gresik. Atau instansi lain misalnya penahan tanah, pasir, gedeg,” ungkapnya.
Tri Joko menghimbau agar dikurangi lewat jembatan agar tidak ada bencana dan segera dilakukan kerja bakti dan swadaya masyarakat dan camat nanti akan membantu dengan instansi terkait. Untuk sementara masih dilakukan pemantauan dan pengamanan lokasi, agar tidak membahayakan warga, sambil menunggu proses perbaikan. [kim.fen]

