25 C
Sidoarjo
Thursday, January 22, 2026
spot_img

Probolinggo-Situbondo Dihantam Banjir Bandang, Total 15 Kecamatan Terdampak


Kab Probolinggo, Bhirawa
Banjir bandang melanda wilayah pantai utara Jawa Timur, Rabu (21/1) malam. Tercatat di kabupaten Probolinggo ada 10 kecamatan dan Kabupaten Situbondo 5 kecamatan dihantam banjir bandang akibat hujan semalaman.

Di Kabupaten Probolinggo, Rabu (21/1) malam. Bencana tersebut dipicu oleh tingginya intensitas curah hujan yang mengguyur wilayah hulu dan hilir, sehingga menyebabkan beberapa sungai meluap dan merendam permukiman warga.

Wilayah terdampak banjir antara lain Dusun Sumberbanger, Desa Opo-opo serta Dusun Krajan II, Desa Jatiurip, Kecamatan Krejengan. Genangan juga terjadi di Dusun Patemon, Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan, serta Dusun Poreng, Desa Sidomulyo, Kecamatan Kotaanyar.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief menyebutkan, secara keseluruhan terdapat 10 kecamatan terdampak banjir, yakni Paiton, Gading, Maron, Gending, Kotaanyar, Pajarakan, Kraksaan, Krejengan, Besuk, dan Pakuniran.

Selain melumpuhkan aktivitas masyarakat, banjir juga menyebabkan kerusakan infrastruktur. Di Desa Sidomulyo, Kecamatan Kotaanyar, dilaporkan terjadi kerusakan berat berupa jembatan yang putus. Sementara di Kecamatan Kraksaan, ditemukan plengsengan sungai yang mengalami longsor.

Di wilayah yang berada di sekitar aliran sungai, seperti Dusun Sumberbanger dan Dusun Krajan II, aktivitas warga sempat terganggu akibat derasnya arus dan genangan air.

Sementara di Dusun Patemon, ketinggian air dilaporkan bervariasi, mulai setinggi betis hingga paha orang dewasa. Banjir tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga sejumlah fasilitas umum dan lembaga pendidikan keagamaan.

Berita Terkait :  Indahnya Padang Savana Taman Nasional Baluran Saat di Musim Panas

Merespons kejadian tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief, OPD terkait, serta Forkopimka setempat langsung turun ke lokasi terdampak untuk melakukan peninjauan dan asesmen lapangan.

“Saya bersama tim dari OPD, khususnya BPBD, mengecek langsung lokasi genangan air yang cukup tinggi. Dari hasil pengecekan lapangan, memang terdapat beberapa titik yang menjadi penyebab terjadinya banjir,” ujar Sekda Ugas.

Sementara di kabupaten Situbondo, banjir bandang sempat melumpuhkan jalan Pantura Situbondo, Jawa Timur, pada Kamis (21/1). Kendaraan dari arah Surabaya ke arah Situbondo dan sebaliknya tak bisa melintas karena jalan tertutup material lumpur dan bebatuan.

“Ya, material batu menutup jalan raya karena tanggulnya jebol sekitar pukul 20.45 WIB (Rabu ,20/1),” kata Koordinator Pusdalops BPBD Situbondo, Puriyono.

Sekda Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto bersama tim BPBD meninjau lokasi banjir di Desa Opo-opo, Kecamatan Krejengan, Rabu (21/1) malam.

Informasi yang berhasil dihimpun Bhirawa menyebutkan, hujan lebat sejak pukul 15.00 WIB hingga malam hari, menyebabkan banjir bandang. Ada empat titik jalan pantura Situbondo tertutup banjir bandang, yaitu di Jalan pantura Desa Klatakan, jalan pantura Kembangsambi Pasir putih, jalan pantura depan pendopo Besuki dan pantura pantura Tampora Banyuglugur.

Banjir bandang juga merendam ribuan rumah warga tersebar di lima Kecamatan. Paling parah banjir terjadi di Kecamatan Besuki, yaitu Desa Blimbing, Desa Jetis, Desa Besuki dan Desa Pesisir. Dilaporkan, dua orang meninggal dunia karena disengat listrik saat banjir bandang terjadi, kemarin malam.

Berita Terkait :  HUT Jatim ke-80, Bersimfoni Pecahkan Rekor MURI

Dua orang korban yaitu ayah dan anaknya bernama Adinda Putri Rahayu (17) dan Abdul Wahed (45) warga Jalan Madura Desa/Kecamatan Besuki. “Untuk korban meninggal seluruh biayanya ditanggung pemerintah daerah melalui program Berantas,” ujar Wakil Bupati Situbondo, Ulfiyah.

Menurut Ulfiyah, saat ini pihaknya sedang melakukan pendataan korban terdampak banjir bandang serta melakukan mitigasi kebencanaan di lima Kecamatan terdampak banjir. “Kami sedang melakukan mitigasi kebencanaan termasuk memastikan data terbaru korban terdampak,” pungkas Ulfiyah.

Sementara itu banjir bandang juga mengganggu aktivitas belajar mengajar sejumlah lembaga pendidikan di wilayah Situbondo. Akibatnya ratusan siswa di Situbondo tak bisa masuk sekolah.

Banjir bandang yang menerjang lima Kecamatan di Situbondo, pada Kamis malam, (21/1), itu juga menyebabkan proses kegiatan belajar mengajar di sejumlah sekolah lumpuh total. Ratusan siswa tak bisa masuk sekolah karena sekolahnya terendam banjir.

Terparah, banjir bandang menimpa SD Negeri 1 Kalianget dan SMP Negeri 1 Banyuglugur. Seluruh ruangan sekolah terendam banjir dengan ketinggian air sekitar 1 meter lebih.

“Nggak bisa ditempati lagi karena seluruh seluruh ruangan sekolah terkena banjir,” ujar Kepala SDN 1 Kalianget, Priyanto.

Dikatakan Priyanto, untuk sementara sebanyak 243 orang siswanya terpaksa harus belajar di rumah sampai kondisi sekolah normal. Kemungkinan, para siswa baru bisa masuk sekolah pada Senin depan.

“Ini banjir paling parah karena seluruh ruangan sekolah terendam dan sebagian fasilitas rusak,” aku Priyanto.

Berita Terkait :  Jelang Nataru, Pertamina Patra Niaga Inspeksi Lembaga Penyalur

Kejadian serupa menimpa 512 siswa SMP Negeri 1 Banyuglugur. Para siswa tersebut diliburkan dan belajar dari rumah, karena 17 ruangan kelas terendam banjir. Banjir bandang masuk ke dalam sekolah setelah tembok bagian belakang jebol.

“Ya, kami terkepung banjir, air masuk dari depan dan belakang. Seluruh ruangan terkena banjir termasuk ruang guru dan tempat laboratorium,” tegas Kasek SMP Negeri 1 Banyuglugur, Eko Siswanto. [fir.awi.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru