25 C
Sidoarjo
Thursday, January 22, 2026
spot_img

Tumbuh Eksponensial, Pembiayaan Syariah di Malang Raya Salip Perbankan Konvensional

Kota Malang, Bhirawa
Sektor jasa keuangan syariah di wilayah Malang Raya menunjukkan taji yang luar biasa. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang mencatat, akselerasi pertumbuhan pembiayaan berbasis syariah kini secara resmi telah melampaui capaian sektor perbankan konvensional.

Kepala OJK Malang, Farid Faletehan mengungkapkan, fenomena ini menjadi sinyalemen positif bagi ekosistem ekonomi syariah di daerah. Meski secara agregat pertumbuhan kredit dan pembiayaan di wilayah kerja OJK Malang berada di angka 4,53 persen (year on year/yoy), namun performa syariah tampil sebagai primadona.

“Secara umum pertumbuhan kita masih positif di angka 4,53 persen. Dari nominal sebelumnya di kisaran Rp104 triliun, kini sudah naik menjadi Rp109 triliun. Hal ini membuktikan permintaan pasar, baik domestik maupun internasional, masih sangat terjaga,” ujar Farid Faletehan saat memaparkan perkembangan industri perbankan di kantornya, kemarin.

Namun, Farid memberikan catatan khusus terkait anomali positif di sektor syariah. Menurutnya, pertumbuhan syariah di Malang Raya memiliki tren yang lebih kencang dibandingkan bank umum konvensional. Hal ini mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap skema bagi hasil dan keadilan finansial.

“Ada hal menarik yang perlu dicermati, ternyata pertumbuhan syariah di Malang itu melebihi konvensional. Ini membuktikan bahwa potensi syariah selalu memiliki ruang tumbuh yang lebih tinggi,” tegasnya.

Tingginya penetrasi syariah ini, lanjut Farid, dipicu oleh semakin inklusifnya produk layanan keuangan syariah yang kini sangat adaptif terhadap kebutuhan pelaku usaha, khususnya sektor UMKM. Selain itu, masifnya edukasi dan literasi keuangan yang dilakukan OJK bersama stakeholder terkait mulai membuahkan hasil.

Berita Terkait :  Kementerian PU Percepat Penyelesaian Pembangunan Jaringan Irigasi Pidekso, Tingkatkan Ketahanan Pangan Nasional

Meski pertumbuhan regional 4,53 persen tersebut masih di bawah angka pertumbuhan nasional yang mencapai 7,74 persen, OJK Malang tetap optimistis. Angka Rp109 triliun yang tersalurkan dianggap sebagai modal kuat untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah.

Ke depan, OJK Malang berkomitmen untuk terus memperkuat regulasi dan mendorong akselerasi industri keuangan syariah. “Kami optimistis sektor ini akan menjadi motor penggerak utama ekonomi daerah demi pembangunan ekonomi yang berkelanjutan di Malang Raya,” pungkasnya.[mut.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru