25 C
Sidoarjo
Thursday, January 22, 2026
spot_img

Giliran Siswa SMK Sore Tulungagung Diduga Keracunan MBG


Tulungagung, Bhirawa
Kejadian dugaan keracunan menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di Tulungagung, Kamis (22/1) siang. Kali ini menimpa siswa SMK Sore Tulungagung dan mereka dirawat di Puskesmas Beji.

Sampai berita ini diturunkan tercatat secara bergelombang ada sembilan siswa yang menjalani perawatan di puskesmas yang berada tidak jauh dari sekolah tersebut. Mereka mengeluh mual, muntah dan diare.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, dr Aris Setiawan, saat melakukan observasi siswa SMK Sore di Puskesmas Beji menyatakan siswa yang dirawat di SMK Sore sebelumnya mengonsumsi MBG.

“Kami saat ini sedang melakukan analisa sederhana. Ada yang memang mengkonsumsi dari produk dapur SPPG. Namun demikian, kami masih melakukan telaah dan kajian lebih lanjut, apakah memang dari makan MBG itu atau dari makanan lain,” ujarnya.

Menurut dia, siswa yang dirawat di Puskesmas Beji sebelumnya mengeluh mual, muntah dan diare. Kemudian dibawa ke Puskesmas Beji. “Tadi dari pihak sekolah menjelaskan ada perubahan jadwal distribusi MBG. Sebelumnya diberikan pagi diubah akan diberkan siang. Pada hari ini diberikan sekitar pukul 10 pagi. Tidak biasanya yang pukul 9 pagi, sehingga ada beberapa siswa yang dirawat mengaku sempat membeli makan di luar makanan MBG,” paparnya.

Alasan rencana pergeseran waktu distribusi MBG ke SMK Sore Tulungagung, imbuh pria berkacamata ini karena jumlah siswa penerima MBG di SMK Sore sekitar 2.900 siswa. Sedang pihak dapur SPPG hanya mampu di 2.600-an siswa.

Berita Terkait :  Hujan Deras di Wilayah Malang Utara dan Barat, Akibatkkan Tanah Longsor dan Pohon Tumbang

Dokter Aris selanjutnya menyatakan akan melakukan pemantauan selama 3 X 24 jam, seperti kejadian sebelumnya. Termasuk menyiapkan 32 puskesmas di seluruh Tulungagung.

“Kami sudah sampaikan pula pada guru kelas (SMK Sore). Kalau siswa ada keluhan nanti malam atau besok bisa langsung memeriksakan diri ke puskesmas terdekat,” tuturnya.

Sedang soal sampel makanan MBG, dr Aris mengungkapkan Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung sudah mengambil di dapur SPPG Moyoketen 1 yang mendistribusikan MBG dan juga sisa makanan di SMK Sore Tulungagung.

Sebelumnya, Wakasarpras SMK Sore Tulungagung, Ahmad Yuanto, mengaku gejala mual dialami delapan siswa setelah satu jam mengonsumsi MBG. “Tetapi saya juga makan. Saya makan pertama sebagai tester. Makanannya enak,” katanya.

Ia pun belum bisa memprediksi apakah siswa yang kemudian dirawat di Puskesmas Beji itu mengeluh mual dan ada yang muntah juga akibat memakan MBG atau makanan lainnya. Masalahnya, sebelum dibagikan MBG pada sekitar pukul 10.00 WIB, sebagian siswa mengonsumsi makan lain karena biasanya MBG sudah datang pukul antara pukul 08.30 WIB sampai pukul 09.00 WIB.

“Dibagikan pukul 10.00 WIB sebagai latihan karena akan pembagiannya bergeser siang. Tetapi ada anak yang tak tahan menunggu akhirnya membeli makanan lain,” paparnya.

Sementara itu, Farhan, salah satu siswa SMK Sore Tulungagung yang dirawat di Puskesmas Beji mengungkapkan sebelum mengonsumsi MBG tidak makan makanan lain. “Belum makan. Langsung makan MBG. Tetapi setelah beberapa jam mual dan tidak bisa muntah,” katanya.

Berita Terkait :  Pemkab Mojokerto Gelar Bimtek Juknis MBG Revisi III

Sekretaris Satgas MBG Kabupaten Tulungagung, Sony Welly Ahmadi, yang beberapa saaat kemudian juga mendatangi Puskesmas Beji mengatakan sampai besok, Jumat (23/11), untuk SPPG Moyoketen 1 tidak diperbolehkan untuk beroperasi karena masa observasi. “Tetapi untuk kelanjutannya apakah tutup sementara atau bagaimana itu tunggu putusan BGN. Menunggu putusan dari koordinator SPPG Tulungagung,” katanya. [wed.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru