Surabaya, Bhirawa
Pemkot Surabaya melaksanakan sosialisasi mencegah anak-anak terhindar dari konten negatif di sosial media (sosmed) hingga situs internet di SMP Negeri 44 Surabaya. Pemkot melalui Dispendik Kota Surabaya melakukan sosialisasi kepada orang tua murid, supaya pembatasan gatged pada anak berjalan baik, Kamis (22/1).
Kepala Dispendik Kota Surabaya, Febrina Kusumawati menjelaskan sosialisasi terus digulirkan pada seluruh sekolah SD-SMP se-Kota Surabaya, dengan tujuan agar orang tua mendengarkan secara langsung teknis pembatasan penggunaan gawai terhadap anak.
“Kalau Komite pasti sudah menyampaikan kepada orang tua, tapi orang tua masih belum secara substansi mereka benar-benar paham, dari situ membuat kelas-kelas seperti ini agar Dispendik bersama kepala sekolah bisa bertemu langsung dengan orang tua,” katanya.
Lanjut Febrina mengatakan orang tua harus tahu serta rutin melakukan pengawasan penggunaan gatged terhadap anak. “Wali Kota sudah mengimbau selamatkan anak-anak Surabaya dari penggunaan gawai, boleh menggunakan gawai teknologi tidak boleh dihindari, tapi pemakaian dan pengawasan itu harus dilakukan oleh orang tua, dan guru di sekolah,” ucapnya.
Para orang tua di bekal pengetahuan tentang situs-situs internet yang dilarang diakses oleh anak tambah Febrina, setiap orang tua diberitahu gambar, simbol, hingga bentuk aplikasi atau situs yang dilarang diakses oleh anak-anak.
“Misa orang tua mengecek HP anaknya menemukan gambar terlarang seenggaknya orang tua mengenali dan waspada, misal HP anaknya di-passwor ajarkan bagaimana cara berkomunikasinya, karena privasi anak dengan orang tua harus tahu dan berdampingan agar anak terbuka,” imbuh Febrina.
Satu Wali Murid SMP Negeri 44, Weni Tatia Ningsih menyampaikan terbantu adanya sosialisasi pembatasan penggunaan gawai terhadap anak, sebagai orang tua harus tahu fungsi sosmed dan aplikasi yang digunakan oleh anak.
“Tadi saya dikasih tahu kalau ada aplikasi yang dibuat nonton film yang dari luar negeri, karena seharusnya itu diblokir di Indonesia, makannya nanti mau lihat di HP anak saya ada apa enggak,” pungkas Weni.
Weni mengaku sosialisasi ini bisa membuat orang tua lebih waspada terhadap anak saat menggunakan gatged, sosialisasi akan lebih ketat dalam mengawasi anak ketika menggunakan gawai. [ren.wwn]

