Sidoarjo, Bhirawa
Kabupaten Sidoarjo menargetkan angka kasus stunting sebesar 9 persen bisa dicapai di tahun 2026 ini. Angka ini lebih rendah di bawah tahun-tahun sebelumnya.
Kabupaten Sidoarjo telah menyiapkan langkah-langkah untuk mempercepat penurunan angka kasus stunting.
Demikian disampaikan Sekretaris Bappeda Kabupaten Sidoarjo, Agus Sugiarto SSTP, Rabu (21/1) kemarin, dalam acara Pra Musrenbang Stunting, yang dilakukan di ruang rapat Kecamatan Buduran.
Hadir dalam kesempatan itu, Camat Buduran, Suprayitno SSTP MAP, narasumber dari Dinas Kesehatan Sidoarjo, dinas P3KB dan Dinas PMD Kabupaten Sidoarjo, serta para kepala desa di kecamatan Buduran dan ketua TP PKK desa di kecamatan Buduran.
Agus mengatakan semua pihak di OPD terkait seperti dari Dinas Kesehatan dan Petugas Lapangan Penyuluh KB (PLKB) serta kader kesehatan yang ada di desa, harus terus semangat dalam ikut mempercepat menurunkan angka kasus stunting di Kabupaten Sidoarjo.
Data yang sudah dimiliki oleh Pemkab Sidoarjo, untuk di Kecamatan Buduran , dalam penurunan angka kasus stunting, sebut Agus, diantaranya meliputi, ada sebanyak 89 Posyandu Balita, 4 Postu, 10 klinik kesehatan, 600 kader kesehatan, 51 PAUD, dan 17 bidan desa.
“Data-data itu bisa dipakai untuk menuju rencana menurunkan target angka stunting, kelengkapan -kelengkapan itu akan dievaluasi , sudah cukup atau masih perlu ditambah lagi,” kata Agus, dalam kesempatan itu.
Kasi kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, M.Shofa, mengatakan untuk menurunkan angka kasus stunting, kader kesehatan di Kecamatan Buduran segera bergerak cepat apabila ada bayi lahir dengan berat badan kurang.
“Agar bisa didampingi oleh para kader kesehatan,” ujarnya.
Dirinya juga mengatakan bayi-bayi di Kabupaten Sidoarjo saat ini masih sebesar 82% yang mendapatkan air ASI Eksklusif. Belum 100%. Maka dirinya mengingatkan agar bayi yang lahir harus dipantau semua.
“Gizinya kurang, segera bawa ke Puskesmas, jangan sampai terlambat,” ujarnya.
Shofa mengatakan untuk mendeteksi angka kasus stunting, dirinya menghimbau pada tahun 2026 ini, agar semua pemilik Balita di Kabupaten Sidoarjo harus hadir ke layanan Posyandu.
Camat Buduran, Suprayitno SSTP, mengajak semua pimpinan di desa yang ada di Kecamatan Buduran agar peduli dalam penurunan angka kasus stunting di Kabupaten Sidoarjo tersebut.
“Masalah ini tidak akan bisa tuntas tanpa kepedulian kita semua. Ayo membangun desa kita, kabupaten kita ini, dengan mempercepat penurunan angka kasus stunting ini,” kata Suprayitno. [kus.gat]

