Pemkot Batu, Bhirawa
Pemerintah Kota (Pemkot) Batu di bawah kepemimpinan Nurochman-Heli Suyanto mengambil langkah kongkret sebagai strategi percepatan kinerja pemerintahan.
Hal ini diwujudkan dengan melakukan penyegaran besar-besaran di jajaran pejabat pimpinan tinggi pratama. Prosesi pergantian dan pelantikan dipimpin langsung Wali Kota Batu Nurochman di Graha Pancasila, Balai Kota Among Tani, Rabu (21/1).
“Mutasi dan rotasi ini dilakukan bukan sekadar penyegaran organisasi, tetapi juga untuk mendorong akselerasi kinerja seluruh OPD. Kebijakan ini diambil berdasarkan evaluasi kinerja pemerintahan selama 10 bulan di tahun 2025,” ujar Nurochman, Wali Kota Batu.
Tercatat ada sebanyak 15 pejabat eselon II yang kemarin diambil sumpahnya dalam jabatan baru. Rotasi dilakukan lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk pada posisi-posisi strategis, tak terkecuali jabatan Sekretaris Daerah (Sekda).
Posisi Sekda Kota Batu kemarin ditinggalkan pejabatnya, Zadiem Effisiensi yang telah ditempatinya selama tujuh tahun. Setelah tak menjadi Sekda, Zadiem kini dipercaya mengisi posisi Asisten Administrasi Umum. Sementara jabatan Sekda untuk sementara masih kosong dan diisi oleh Pelaksana Harian (Plh).
Pergantian pucuk pimpinan juga terjadi di Dinas Pendidikan (Dindik). Kemarin posisi Kadindik resmi ditemlati Alfi Nurhidayat yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR).
Adapun posisi Kepala DPUPR digantikan Esti Dwi Astuti yang sebelumnya memimpin Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip). Dan jabatan Kepala Disperpusip kini dipercayakan kepada Abdul Rais yang sebelumnya menjabat Kasatpol PP.
Selanjutnya, Endro Wahyudi yang sebelumnya menjabat Sekretaris DPRD dilantik sebagai Inspektur Kota Batu. Sementara itu, Bangun Yulianto bergeser dari Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menjadi Kepala Bapelitbangda. Kursi Kepala Diskominfo kini ditempati Aries Setiawan yang sebelumnya menjabat Kepala Diskumperindag.
Kemudian Susetya Herawan yang sebelumnya menjabat sebagai Asisten Walkot kini dipercaya memimpin Dinas Perhubungan. Adapun Md Furqon dilantik sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), M Chori menjabat Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Eko Suhartono sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Ririck Mashuri sebagai Staf Ahli Wali Kota Bidang Administrasi, serta Thomas Wunang Cahyo sebagai Staf Ahli Wali Kota Bidang Ekonomi.
“Rotasi ini kami lakukan berdasarkan hasil evaluasi dan uji kompetensi seluruh pejabat eselon II. Hasilnya menjadi rujukan yang kemudian kami diskusikan bersama Wakil Wali Kota agar target yang ingin kami capai bisa terealisasi,” jelas Nurochman.
Pasca rotasi dan pelantikan, masih ada sejumlah jabatan strategis yang belum terisi pejabat definitif. Yaitu, jabatan Sekda Kota Batu, Kepala Diskumperindag, Kepala Satpol PP, serta Sekretaris DPRD. Dan Wali kota yang akrab disapa Cak Nur menyampaikan apresiasi kepada para pejabat yang telah mengabdikan diri, khususnya kepada Zadiem Effisiensi atas dedikasi dan kontribusinya sebagai Sekda dan memimpin birokrasi Pemkot Batu.
Ia juga berpesan kepada para pejabat yang baru dilantik untuk apat menjalankan amanah secara profesional dan bertanggung jawab. Dan ditegaskan bahwa sinergi dan kolaborasi seluruh elemen pemerintahan menjadi kunci mewujudkan visi misi mBatu Sae.
“Komitmen kita bersama adalah memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kota Batu, agar masyarakat merasa sejahtera, aman dan nyaman,” pesan Cak Nur.
Berkaitan dengan posisi jabatan yang masih kosong, ia telah mengambil langkah cepat dengan menunjuk Pelaksana Harian (Plh) maupun Pelaksana Tugas (Plt). Penunjukkan pejabat sementara ini dilakukan untuk menjamin birokasi pemerintahan tak terganggu dalam memberikan pelayanan publik.
Untuk jabatan Plh Sekda Kota Batu diisi oleh Eny Rachyuningsih yang menjabat Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD).
Kemudian Plt Kasatpol PP diisi Fariz Pasharella yang juga Sekretaris Satpol PP, Plt Kadiskumperindag diisi Dian Fachroni yang juga menjabat Kepala DLH, dan Plt Sekretaris DPRD diisi pejabat lama, Endro Wahjudi.
Cak Nur menargetkan proses pengisian jabatan definitif Sekda Kota Batu melalui seleksi terbuka bisa rampung dalam waktu kurang dari tiga bulan. Karena keberadaan Sekda definitif sangat krusial bagi stabilitas dan efektivitas birokrasi di Pemkot Batu.
Untuk itu, Cak Nur menginstruksikan Plh Sekda agar langsung bergerak tanpa menunggu waktu lama. Bahkan, proses administrasi diharapkan bisa dimulai sejak hari penunjukan.
Dengan demikian diharapkan hari ini (22/1) usulan nama Pj Sekda sudah bisa dikirim ke Provinsi. Karena banyak pejabat di lingkungan Pemkot Batu yang memiliki kapasitas dan kompetensi untuk mengemban menjadi Sekda tersebut.
“Pj Sekda dari lingkungan Pemkot Batu saja. Kita punya keluarga besar di sini. Kita beri kesempatan pejabat yang ada, tentu dengan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan,” tandas Cak Nur. (nas.dre)

