32 C
Sidoarjo
Thursday, January 22, 2026
spot_img

Dindik Jatim Perluas Pelatihan Bersertifikasi hingga SLB


Dindik Jatim, Bhirawa
Dinas Pendidikan (Dindik) Jatin perluas sasaran pelatihan peningkatan keterampilan. Melalui UPT PTKK, tahun ini jenjang SLB masuk dalam prioritas peningkatan keterampilan bersertifikasi LSK. Tidak hanya siswa, dalam pelatihan ini guru juga akan diberi pelatihan agar dapat mentransfer ilmunya kepada para murid. Langkah ini diharapkan menjadi pintu pembuka kemandirian siswa berkebutuhan khusus menuju dunia usaha dan industri.

Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai, menegaskan bahwa siswa berkebutuhan khusus memiliki potensi besar yang perlu difasilitasi secara tepat. “Kita berharap potensi anak-anak berkebutuhan khusus ini bisa mengakses dunia kewirausahaan vokasi. Mereka sering kali memiliki kompetensi yang mumpuni, bahkan kemampuan di luar kebiasaan. Karena itu, mereka perlu diberi ilmu dan keterampilan sesuai minatnya agar menjadi peluang di dunia usaha dan industri,” ujar Aries, Rabu (21/1).

Menurutnya, saat ini semakin banyak dunia usaha dunia industri (DUDI) yang terbuka terhadap penyandang disabilitas. Namun, tanpa kompetensi yang memadai, peluang tersebut sulit diraih.

“Kalau mereka tidak punya kompetensi, tentu akan sulit bersaing. Maka kita beri tambahan pelatihan, bukan hanya untuk siswanya, tapi juga gurunya. Supaya saat proses pendidikan di sekolah, guru bisa langsung mentransfer ilmunya,” jelasnya.

Aries juga menyinggung persoalan keterbatasan guru SLB yang hingga kini masih menjadi tantangan. Pihaknya mengaku masih menunggu formasi resmi dari kementerian karena pemerintah daerah tidak lagi diperkenankan mengangkat guru honorer.

Berita Terkait :  SMK Negeri 1 Bojonegoro Peringati Hari Guru dengan Teacher Awards

“Kami berharap besar kepada kementerian agar segera ada penambahan formasi. Kekurangan guru pendidikan khusus ini cukup dirasakan di banyak sekolah,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala UPT PTKK Dindik Jatim, Endang Winsarsih, menjelaskan SLB sendiri telah memiliki program Vokasi Istimewa. Program ini merupakan bagian dari pemberdayaan pelatihan yang sudah berjalan dengan fokus utama menekan angka pengangguran. Dalam mendukung program itu, pihaknya memfasilitasi peningkatan pelatihan keterampilan bagi SLB.

“Program yang kami implementasikan berhubungan langsung dengan kompetensi keahlian. Tahun-tahun sebelumnya kami libatkan siswa dari SMA Double Track, hingga terbaru keterlibatan peserta didik berkebutuhan khusus,” ungkapnya.

Ia memastikan seluruh sarana pelatihan telah siap, mulai dari peralatan hingga instruktur. Namun, peserta dari SLB tetap harus didampingi oleh guru selama pelatihan berlangsung. “Alat sudah kami siapkan, instruktur juga siap. Untuk teman-teman SLB, pendampingan guru menjadi hal penting,” ujarnya.

Selain keterampilan teknis, PTKK juga menekankan pentingnya pendidikan kewirausahaan, terutama bagi siswa yang tidak melanjutkan ke perguruan tinggi. “Latar belakang sosial peserta juga menjadi perhatian. Bagi siswa yang tidak mampu melanjutkan kuliah, jalur wirausaha menjadi pilihan yang harus didampingi sejak awal,” jelasnya.

Endang menambahkan, dalam satu bulan sedikitnya akan digelar dua kegiatan pelatihan. Tahun ini, PTKK menganggarkan Rp3 miliar lebih untuk pelatihan tiga jenjang pendidikan beserta sertifikasinya.

“Angkatan pertama pelatihan direncanakan mulai Februari. Sertifikasi juga kami siapkan melalui Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK),” pungkasnya. [ina.wwn]

Berita Terkait :  Kembangkan Jiwa Wirausaha, SDN Jemur Wonosari 1 Memanfaatkan Limbah Sampah Bernilai Ekonomi

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru