26.3 C
Sidoarjo
Tuesday, January 20, 2026
spot_img

Sasar Siswa dan Tendik, Program Talenta Digital Komdigi Gratis Tanpa Batas Kuota


Dindik Jatim, Bhirawa
Pemerintah Provinsi Jawa Timur mempercepat implementasi program pengembangan talenta digital yang digagas Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja di sektor digital. Bentuk percepatan itu dilakukan dengan melakukan Sosialisasi Program Talenta Digita Nasional yang digelar di Dinas Pendidikan Jawa Timur.

Nantinya, program ini menyasar guru, tenaga kependidikan (tendik) dan siswa dari jenjang SMA, SMK dan SLB di Jatim yang berminat terjun ke dunia teknologi dan industri digital. Program ini terintegrasi dengan platform milik Komite Digital (KomDigi) yang menyediakan pelatihan hingga sertifikasi secara gratis.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengatakan pengembangan talenta digital merupakan bagian dari peningkatan kompetensi yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri saat ini.

“Kalau talenta digital ini memang pengembangan kompetensi yang dimiliki anak-anak, yang nanti bisa ditampung oleh KomDigi. Fasilitasnya gratis semua, dan ada berbagai jurusan atau kompetensi yang bisa diikuti sesuai dengan ruang kerja yang ada sekarang,” kata Aries.

Menurut Aries, KomDigi bekerja sama dengan berbagai dunia usaha dan dunia industri (DUDI) sehingga mampu memetakan kebutuhan tenaga kerja digital secara riil. Namun, industri tidak bisa langsung menyerap lulusan tanpa bekal kompetensi tambahan dan sertifikasi yang relevan.

“Nah, di situlah peran pelatihan ini. Anak-anak SMA dan SMK yang punya minat di dunia digital, teknologi, komputer, dan sejenisnya bisa mengakses pelatihan, lalu mendapatkan sertifikat setelah dinyatakan lulus,” jelasnya.

Berita Terkait :  Polres Situbondo Limpahkan Berkas Kasus Penyalahgunaan BBM Bersubsidi ke Kejari

Aries menambahkan, peserta yang telah menyelesaikan pelatihan akan masuk ke dalam talent pool KomDigi melalui aplikasi yang telah disiapkan. Talent pool tersebut dapat diakses langsung oleh dunia usaha dan industri. “Kalau mereka sudah lulus dan masuk talent pool KomDigi, dunia usaha dan industri bisa melihat. Kalau cocok, bisa langsung diambil,” ujarnya.

Ia menegaskan, program ini mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur sehingga Dinas Pendidikan bergerak cepat melakukan koordinasi dengan KomDigi. Bahkan, Kepala Pusat Talenta KomDigi hadir langsung dalam sosialisasi untuk mempercepat pemetaan peserta.

“Kami sudah minta seluruh kepala cabang dinas pendidikan untuk bergerak cepat. Siapa yang cepat, anak-anaknya bisa lebih dulu mengakses proyek ini melalui aplikasi yang disiapkan KomDigi,” kata Aries.

Terkait persyaratan, Aries memastikan peserta tidak harus memiliki sertifikasi di awal. Sekolah dan siswa diperbolehkan langsung mendaftar sambil mengikuti pelatihan yang tersedia. “Tidak mesti punya sertifikasi dulu. Mereka boleh akses, ikut pelatihan, nanti kalau lulus otomatis dapat sertifikat,” tegasnya.

Untuk target peserta, Dindik Jatim tidak membatasi jumlah. Program ini dibuka seluas-luasnya hingga sekitar bulan Mei mendatang. “Targetnya sebanyak-banyaknya. Tidak ada batasan,” pungkas Aries.

Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Talenta Digital BPSDM Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Said Mirza Pahlevi, menyebutkan bahwa program pengembangan talenta digital secara masif baru digelar di Jawa Timur dan merupakan yang pertama dilakukan di Indonesia.

Berita Terkait :  Pemkab Lamongan Jalin Kolaborasi Bersama PT Moya

“Secara masif seperti ini, di Jawa Timur baru pertama kali. Tahun lalu seluruh Indonesia ada 200 ribu peserta. Kami menyiapkan pelatihan yang bersifat self-learning agar masyarakat luas bisa ikut serta,” ungkap Said.

Pelatihan tersebut dikolaborasikan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur agar jangkauannya semakin luas. Implementasinya melibatkan SMA dan SMK, sehingga peserta didik tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga mendapatkan pembelajaran daring berbasis mandiri. “Nantinya peserta juga akan mendapatkan sertifikat berbasis BNSP usai pelatihan, sehingga memiliki standar kompetensi yang diakui industri,” jelasnya.

Selain pelatihan, program ini juga dilengkapi dengan asesmen keterampilan untuk mengukur kesesuaian kompetensi peserta dengan Standar Kerangka Kerja Nasional Indonesia (KKNI).

Dengan kolaborasi pusat dan daerah ini, diharapkan semakin banyak masyarakat Jawa Timur yang siap bersaing di dunia kerja digital, sekaligus menjawab tantangan dan peluang besar transformasi industri di masa depan. [ina.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru