Kota Probolinggo, Bhirawa
Pemerintah Kota Probolinggo menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun 2026 terkait pendirian dan rencana operasional Perseroan Daerah (Perseroda) Bahari Tanjung Tembaga. Kegiatan berlangsung di Puri Manggala Bhakti, Selasa (20/1).
RUPS tersebut dihadiri langsung Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin didampingi Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari serta Pj Sekretaris Daerah dr. Rey Suwigtyo. Hadir pula Komisaris Perseroda Bahari Tanjung Tembaga Dr. Agus Effendi, Direktur Perseroda Bahari Tanjung Tembaga Noviyadi, serta Direktur Perumda Bayuangga Indra Sovia Jalal selaku pemegang saham.
Direktur Perseroda Bahari Tanjung Tembaga Noviyadi dalam paparannya menyampaikan rencana bisnis dan arah pengembangan perusahaan tahun 2026. Ia juga memperkenalkan logo Perseroda Bahari Tanjung Tembaga (BTT) yang mengusung konsep tegas, modern, dan profesional. Huruf BTT melambangkan kekuatan dan stabilitas sebagai badan usaha milik daerah, sementara garis lengkung menyerupai gelombang laut merepresentasikan identitas maritim dan kepelabuhanan. Warna biru dipilih sebagai simbol kepercayaan, integritas, serta profesionalisme dalam pelayanan jasa logistik.
Noviyadi menjelaskan, visi Perseroda Bahari Tanjung Tembaga adalah menjadi BUMD Kota Probolinggo yang profesional dan berdaya saing dalam penyediaan jasa transportasi logistik serta utilitas pelabuhan guna mendukung perekonomian daerah.
Adapun misi yang diusung antara lain penyelenggaraan jasa angkutan pelabuhan yang aman dan efisien, pengelolaan usaha es dan air bersih untuk mendukung aktivitas kepelabuhanan, penerapan tata kelola perusahaan yang baik, serta peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).
Fokus awal pada tahun ini diarahkan pada penataan organisasi, pemenuhan aspek legal dan perizinan, penyusunan sistem dan standar operasional prosedur (SOP), serta perencanaan usaha yang realistis dan berkelanjutan.
Salah satu usaha prioritas yang disiapkan yakni penyewaan truk angkutan logistik di kawasan pelabuhan, dengan pengadaan armada secara bertahap menyesuaikan kesiapan modal dan kebutuhan operasional.
Sementara itu, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menyampaikan harapan besar terhadap berdirinya Perseroda Bahari Tanjung Tembaga sebagai BUMD kedua milik Kota Probolinggo. Menurutnya, pendirian Perseroda ini menjadi tonggak sejarah baru dalam penguatan peran pemerintah daerah di sektor kepelabuhanan.
“Perseroda ini harus dibangun secara profesional sejak awal agar uang rakyat dapat dimanfaatkan secara optimal. Proyeksi keuntungan yang disampaikan menunjukkan potensi yang sehat, sehingga ke depan diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap PAD Kota Probolinggo,” ujar Aminuddin.
Ia juga mendorong jajaran komisaris dan direksi untuk bergerak cepat menangkap peluang di kawasan pelabuhan serta membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, baik pemerintah, BUMN, swasta, maupun pelaku usaha logistik. RUPS dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab.
Para pemegang saham memberikan sejumlah masukan strategis, mulai dari pengembangan usaha transportasi logistik lintas daerah, pengelolaan armada, hingga potensi penyediaan air bersih di kawasan pelabuhan. Seluruh masukan tersebut menjadi bahan penyempurnaan rencana kerja Perseroda Bahari Tanjung Tembaga ke depan.
Dengan disahkannya Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Tahun 2026, Perseroda Bahari Tanjung Tembaga dinyatakan siap menjalankan kegiatan usaha secara tertib, transparan, dan akuntabel guna mendukung pembangunan ekonomi dan pelayanan kepelabuhanan di Kota Probolinggo.
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 10.00 WIB tersebut dirangkai dengan penandatanganan Pakta Integritas dan Pernyataan Kesanggupan Tugas, penyerahan dokumen pendirian Perseroda Bahari Tanjung Tembaga, serta penandatanganan RKAP Tahun 2026.[fir.ca]

