32 C
Sidoarjo
Wednesday, February 4, 2026
spot_img

Mendikdasmen Resmikan Pemanfaatan Revitalisasi 27 Sekolah di Probolinggo


Kab Probolinggo, Bhirawa
Sebanyak 27 satuan pendidikan di Kabupaten Probolinggo yang mendapatkan program revitalisasi pendidikan dinyatakan siap digunakan. Pemanfaatan fasilitas tersebut diresmikan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu’ti di aula SMKN 1 Banyuanyar, Sabtu (17/1).

Kegiatan tersebut juga dihadiri perwakilan UPT Kemendikdasmen RI, BBPMP Jawa Timur, BBGTK Jawa Timur, BBPPV BOE Jawa Timur, Balai Bahasa Jawa Timur, anggota DPRD Kabupaten Probolinggo, kepala OPD terkait, serta para kepala sekolah penerima program revitalisasi.

Mendikdasmen RI Abdul Mu’ti mengatakan, perbaikan sarana dan prasarana sekolah menjadi bagian penting dari upaya peningkatan mutu pendidikan nasional. Menurutnya, ruang belajar yang layak dan aman akan berpengaruh langsung terhadap kenyamanan serta kualitas proses pembelajaran.

“Sekolah bukan hanya tempat belajar, tetapi juga ruang tumbuh bagi anak-anak. Karena itu, fasilitasnya harus aman, nyaman, dan mendukung kegiatan belajar mengajar,” ujarnya.

Ia menambahkan, program revitalisasi sekolah tidak berhenti pada tahun 2025. Pemerintah memastikan program tersebut berlanjut pada tahun 2026 dengan jangkauan yang lebih luas, termasuk penyesuaian anggaran bagi satuan pendidikan yang memenuhi kriteria.

“Kami berharap bangunan dan fasilitas yang sudah diperbaiki ini dijaga bersama dan dimanfaatkan sebaik-baiknya agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” pesannya.

Perlu diketahui, program revitalisasi ini menyasar total 31 satuan pendidikan pada tahun 2025. Dari jumlah tersebut, 27 lembaga telah menyelesaikan seluruh pekerjaan fisik, sementara empat lembaga lainnya masih dalam tahap penyelesaian dan ditargetkan rampung pada akhir Januari 2026. Satuan pendidikan penerima program tersebar mulai jenjang PAUD, SD, SMP, SMA, SMK hingga SLB.

Berita Terkait :  Peduli Korban Bencana Sumatera, Polres Sumenep Gelar Salat Ghaib Bersama

Sementara itu, Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono menyebut program revitalisasi sangat membantu daerah dalam memperbaiki kondisi sekolah-sekolah yang selama ini membutuhkan perhatian. Ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak bisa dilepaskan dari ketersediaan sarana pendukung yang memadai.

“Pendidikan itu investasi jangka panjang. Perbaikan fisik sekolah adalah salah satu langkah awal untuk memastikan proses pembelajaran berjalan lebih optimal,” katanya.

Untuk tahun 2026, Pemkab Probolinggo telah mengajukan usulan revitalisasi bagi 225 satuan pendidikan, terdiri atas 61 PAUD, 123 SD, dan 41 SMP. Usulan tersebut diajukan untuk memperluas pemerataan layanan pendidikan di wilayah Kabupaten Probolinggo.

Dalam kesempatan itu, Hary juga melaporkan adanya kejadian ambruknya satu ruang kelas di SDN Sumberkare 1 Kecamatan Wonomerto akibat hujan deras pada Jumat (16/1) sore. Beruntung, peristiwa tersebut terjadi di luar jam belajar sehingga tidak menimbulkan korban.

“Sekolah tersebut sudah masuk dalam program revitalisasi tahun 2026. Kami berharap penanganannya bisa diprioritaskan demi keselamatan dan kenyamanan siswa,” ujarnya.

Pemkab Probolinggo, lanjut Hary, akan terus mendukung kebijakan pemerintah pusat di bidang pendidikan, termasuk revitalisasi sekolah dan penguatan kualitas pembelajaran, guna menyiapkan sumber daya manusia yang lebih baik ke depan. [fir.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru