30 C
Sidoarjo
Sunday, February 8, 2026
spot_img

Ratusan Siswa Kembali Keracunan MBG, Komisi IX DPR RI Desak SPPG Benahi Tata Kelola Pangan

Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PKB, Eem Marhamah Zulfa,

DPR RI Jakarta, Bhirawa.
Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PKB, Neng Eem Marhamah Zulfa, mendesak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memperketat standar kebersihan dan keamanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Desakan ini menyusul temuan makanan busuk di Lampung dan insiden keracunan massal di Mojokerto, Jawa Timur.

“Kami sangat prihatin ketika anak-anak justru terdampak keracunan atau menerima makanan tidak layak. Kejadian ini menjadi alarm serius bahwa tata kelola dan pengawasan MBG harus diperbaiki secara menyeluruh. Aspek kebersihan dan keamanan pangan adalah harga mati dalam program unggulan Presiden Prabowo ini,” ujar Neng Eem di Jakarta, Jumat, (16/1/2026).

Neng Eem menyoroti faktor cuaca musim hujan yang mempercepat proses pembusukan bahan pangan. Ia meminta SPPG tidak bekerja dengan mekanisme normal, melainkan harus melakukan penyesuaian prosedur operasional standar (SOP) terhadap kondisi cuaca. Menurutnya, risiko kontaminasi dapat terjadi di setiap tahapan, mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan di dapur, penyimpanan, hingga proses distribusi ke sekolah-sekolah.

Guna mencegah kejadian serupa, legislator PKB ini menekankan empat langkah krusial yang harus segera dilakukan pemerintah. Pertama harus ada pemeriksaan ketat untuk memastikan kualitas dan kesegaran bahan pangan sebelum masuk proses pengolahan. Kedua harus ada standar penyimpanan di mana pengaturan suhu dan distribusi harus tepat agar makanan tetap segar. Ketiga fasilitas harus higienis di mana standar kebersihan dapur, peralatan masak, serta akses air bersih tidak boleh ditawar.

Berita Terkait :  Warga Jawa Timur Puas Kinerja Khofifah-Emil Tembus 80,5 Persen Survei ARCI

“Terakhir petugas SPPG harus terus di-upgrade kapasitasnya karena mereka lah yang menjadi penentu kualitas MBG,” ujarnya.

Neng Eem memperingatkan bahwa jika kasus ini terus berulang, dampak negatifnya tidak hanya mengancam kesehatan anak, tetapi juga merusak kepercayaan masyarakat terhadap program MBG.

“Jika kepercayaan publik menurun, tujuan besar program ini untuk meningkatkan gizi anak-anak akan terganggu. Komisi IX akan terus mengawal agar program ini berjalan aman dan higienis,” pungkasnya. (ira.hel).

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru