Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya di SDN 1 Kedungudi, Desa Kedungudi, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, kemarin.
Mojokerto, Bhirawa.
Dukung peningkatan kualitas pendidikan dasar di era digital, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya melaksanakan program kerja bertajuk “Optimalisasi Media Pembelajaran melalui Canva, Kahoot, dan Quizizz guna Meningkatkan Pemahaman Teknologi bagi Para Guru SDN 1 Kedungudi”. Kegiatan ini dilaksanakan di SDN 1 Kedungudi, Desa Kedungudi, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.
Program kerja tersebut dilatarbelakangi oleh pentingnya pemanfaatan teknologi informasi dalam dunia pendidikan, khususnya di tingkat sekolah dasar. Seiring berkembangnya zaman dan karakter peserta didik yang semakin akrab dengan teknologi digital, guru dituntut untuk mampu beradaptasi serta menghadirkan metode pembelajaran yang inovatif, kreatif, dan interaktif. Namun, masih terdapat keterbatasan pemahaman dan pemanfaatan media pembelajaran digital di lingkungan sekolah, terutama di wilayah Desa Kedungudi yang menjadi lokasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya berinisiatif menyelenggarakan kegiatan pelatihan dan pendampingan kepada para guru SDN 1 Kedungudi dengan fokus pada penggunaan tiga platform pembelajaran digital, yaitu Canva, Kahoot, dan Quizizz. Ketiga aplikasi tersebut dipilih karena mudah dioperasikan, dapat diakses secara gratis, serta relevan dengan kebutuhan pembelajaran di sekolah dasar.
Kegiatan pelatihan diawali dengan pengenalan dasar mengenai pentingnya media pembelajaran berbasis teknologi dalam mendukung proses belajar mengajar. Selanjutnya, mahasiswa KKN memberikan pemaparan dan praktik langsung penggunaan Canva sebagai media pembuatan bahan ajar visual. Para guru dilatih membuat presentasi pembelajaran, poster edukatif, infografis, hingga lembar kerja siswa yang menarik dan mudah dipahami.
Selain itu, pelatihan juga dilanjutkan dengan pemanfaatan Kahoot terhadap murid SDN 1 Kedungudi, khususnya pada kelas 4 sebagai media evaluasi atau Ujian dengan berbasis permainan (game-based learning). Melalui kedua platform ini, guru dapat membuat kuis interaktif yang dapat diakses siswa melalui Handphone, sehingga proses evaluasi tidak lagi terasa membosankan. Metode ini dinilai mampu meningkatkan motivasi, keaktifan, serta daya saing positif siswa dalam mengikuti pembelajaran.
Salah satu mahasiswa KKN Untag Surabaya, yakni Aditya menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam menjawab tantangan pendidikan di era digital. “Kami berharap melalui pelatihan ini, para guru tidak hanya mengenal teknologi pembelajaran, tetapi juga mampu mengaplikasikannya secara berkelanjutan dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari,” ujarnya.
Antusiasme para guru SDN 1 Kedungudi terlihat selama kegiatan berlangsung. Mereka aktif mengikuti setiap sesi pelatihan dan praktik langsung yang diberikan. Para guru mengaku mendapatkan pengetahuan dan keterampilan baru yang sebelumnya belum pernah diterapkan dalam pembelajaran di kelas.
Melalui program kerja ini, mahasiswa KKN Untag Surabaya berharap dapat mendorong terciptanya transformasi pembelajaran digital di SDN 1 Kedungudi. Optimalisasi media pembelajaran berbasis teknologi diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran, memperluas wawasan guru, serta menciptakan suasana belajar yang lebih menarik dan efektif bagi siswa.
Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa KKN Untag Surabaya berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pengembangan sumber daya manusia di Desa Kedungudi, khususnya di sektor pendidikan, sebagai bekal menuju generasi yang melek teknologi dan siap menghadapi tantangan masa depan. (why).


