24 C
Sidoarjo
Wednesday, January 14, 2026
spot_img

Badai Angin, Ribuan Ikan di Danau Ranu Kabupaten Pasuruan Mendadak Mati

Kab Pasuruan, Bhirawa
Ribuan ikan milik petani keramba di Danau Ranu, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan mati mendadak, Rabu (14/1). Fenomena kematian massal ikan ini terjadi akibat kondisi cuaca ekstrem (angin kencang). Sehingga, para petambak keramba mengalami kerugian jutaan rupiah.

Petani ikan asal Dusun Bandilan, Desa Ranuklindungan, Rusdi menyatakan, peristiwa fenomena kematian massal ikan yang dikenal dengan istilah nama ‘sapoan’ mulai menerpa kawasan Ranu Grati sejak awal Januari. Badai angin itu mulai berdampak pada ikan, terutama yang ada dalam keramba beberapa hari ini.

”Badai angin ini muncul saat pagi hari atau menjelang matahari terbit. Terkadang juga saat sore hari,” tandas Rusdi, kepada wartawan di lokasi.

Rusdi sendiri memiliki 24 petak keramba. Sebanyak enam petak berisi ikan nila dan tombro miliknya habis terlebih dahulu atau mati. Bahkan, kerugian terparah terjadi pada Selasa (13/1) sore kemarin, saat ikan-ikan di beberapa petak lain mulai sekarat dan mati. Satu kuintal itu nilainya sekitar Rp3 juta. Sementara, kemarin hampir 4 kuintal. Totalnya kerugiannya mencapai sekitar Rp7 juta.

”Kondisi ini diperkirakan akan terus terjadi selama cuaca belum membaik dan angin masih bertiup kencang. Untuk kerugian lumayan besar,” jelas Rusdi.

Petani ikan keramba lainnya, Khoirul Anam juga mengalami kerugian. Pemilik 18 petak keramba itu menyatakan badai angin tidak bisa di prediksi.

Berita Terkait :  MPR RI: Sinergi APBN dan Ekonomi Nasional Jadi Kunci Pemerataan Kesejahteraan Rakyat

”Penyebabnya karena angin kencang dan hujan. Di danau ini juga ada kadar belerang, bila terkena angin bisa naik ke permukaan dan ikan keracunan,” imbuh Khoirul Anam.

Tentu saja, kondisi ini membuat para petani ikan di Danau Ranu diliputi rasa waswas, khawatir keramba mereka menjadi korban berikutnya.

”Fenomena ini sulit di antisipasi, karena ketidakpastian waktu. Terutama saat cuaca ekstrem datang secara tiba-tiba. Sehingga, saya bersama petani keramba hingga sekarang dihantui rasa khawatir,” cetus Khoirul Anam. [hil.fen]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru