26 C
Sidoarjo
Wednesday, January 14, 2026
spot_img

Petani Jagung Antusias Sambut Inovasi Media Tanam Biji Jagung

Oleh:
Bahij Naufal Qintara Achmad, Ach. Affif Dwi Agustian Masrurie, Catherin Diah Puspita, Titan Dyas Aditama, Catur Christian Putra Hadyanto

Antusiasme petani jagung Desa Nogosari, Kecamatan Pacet, dalam menyambut perkembangan media tanam jagung menjadi pemandangan yang patut diapresiasi. Pada kegiatan pengenalan Teknologi Tepat Guna (TTG) penanam biji jagung yang diinisiasi oleh Mahasiswa KKN R8 Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, para petani tampak terbuka, aktif berdiskusi, dan menunjukkan ketertarikan terhadap inovasi yang ditawarkan. Fenomena ini sekaligus mematahkan anggapan lama bahwa petani desa cenderung enggan menerima teknologi baru.

Respon tersebut mencerminkan kesiapan petani untuk berubah dan beradaptasi. Di tengah tantangan pertanian modern mulai dari keterbatasan tenaga kerja, biaya produksi yang meningkat, hingga tuntutan produktivitas, namun petani mulai menyadari fakta bahwa inovasi bukan lagi pilihan melainkan sebuah kebutuhan. Teknologi tidak dipandang sebagai sesuatu yang asing, tetapi sebagai alat bantu untuk memperbaiki cara kerja yang selama ini dilakukan secara konvensional.

Selama ini persoalan klasik dalam penanaman jagung kerap berulang. Jarak tanam yang tidak seragam serta kelelahan tenaga kerja menjadi masalah yang seolah diterima sebagai resiko bertani. Kehadiran TTG Penanam Biji Jagung menjadi solusi yang relatif sederhana, terjangkau, dan sesuai dengan kondisi lapangan. Penting untuk ditegaskan bahwa teknologi bahwa semacam ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran petani. Justru sebaliknya, teknologi hadir untuk memperkuat posisi petani sebagai pelaku utama sektor pertanian. Dengan alat bantu yang tepat, petani dapat bekerja lebih efisien secara waktu maupun biaya dan meminimalkan kesalahan teknis.

Berita Terkait :  Jabatan Kepala SMA 1 Panji Situbondo Diserahterimakan, Kacabdindik Minta Jaga Kondusivitas dan Tingkatkan Kompetensi Inovasi

Dalam konteks ini, peran mahasiswa KKN R8 Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya tidak sekadar menjalankan kewajiban akademik atau program pengabdian, melainkan tampil sebagai jembatan antara inovasi dan masyarakat desa. Pengenalan TTG Penanam Biji Jagung menunjukkan bahwa mahasiswa dapat berkontribusi langsung dalam mendorong transformasi sosial dan teknologi.

Kolaborasi antara kampus dan desa seperti yang terjadi di Desa Nogosari perlu dipandang sebagai model pembangunan pertanian yang relevan. Perguruan Tinggi memiliki sumber daya pengetahuan dan inovasi, sementara desa memiliki pengalaman praktik dan kebutuhan riil. Ketika keduanya bertemu, lahirlah solusi yang lebih kontekstual dan berkelanjutan. Pola kerja sama ini layak direplikasi di desa-desa lain.

Dari sisi dampak, penerapan teknologi media tanam jagung berpotensi meningkatkan produktivitas pertanian. Penanaman yang lebih rapi dan efisien dapat berujung pada hasil panen yang lebih optimal. Dalam jangka panjang, peningkatan produktivitas tentu berkorelasi dengan peningkatan kesejahteraan petani. Di sinilah teknologi menemukan makna sosialnya, bukan sekedar alat, tetapi sebagai sarana peningkatan kualitas hidup.

Keterlibatan mahasiswa dan penggunaan teknologi modern membuka harapan baru bagi regenerasi pertanian. Sektor pertanian yang selama ini dipandang kurang menarik bagi generasi muda dapat berubah menjadi ruang inovasi dan kreasi. Pertanian jagung di Desa Nogosari menunjukkan bahwa desa bukan wilayah yang tertinggal, melainkan ruang potensial untuk berkembang.

Antusiasme petani jagung Desa Nogosari dalam menyambut Teknologi Tepat Guna seharusnya menjadi refleksi bersama. Ketika inovasi bertemu dengan keterbukaan masyarakat dan didukung kolaborasi lintas sektor, maka transformasi pertanian bukanlah wacana, melainkan kenyataan yang sedang tumbuh. [*]

Berita Terkait :  Wali Kota Mojokerto Dorong Penguatan Iman dan Karakter Pelajar

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru