Kota Probolinggo, Bhirawa
Nama Kota Probolinggo kembali mengemuka di tingkat nasional. Rizky Aulia (13), siswi Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 7 Kota Probolinggo, tampil berpidato menggunakan bahasa Jepang di hadapan Presiden RI Prabowo Subianto saat peresmian 166 Sekolah Rakyat di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1).
Pada momen nasional tersebut, para siswa dari berbagai daerah diberi kesempatan menyampaikan pidato dalam sejumlah bahasa asing. Selain Rizky Aulia, tiga siswa lain yang tampil yakni M. Kiendra Lian D dari SRMA 13 Bekasi, Royya Al Mala dari SRT 47 Malang, serta Nur Aisah dari SRMA 10 Jakarta. Mereka masing-masing membawakan pidato dalam bahasa Inggris, Arab, Mandarin, dan Jepang.
Bagi Rizky, kesempatan tampil di depan Presiden menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Ia mengaku sempat merasa grogi sebelum naik ke panggung. Namun, setelah mulai membaca teks pidato, rasa percaya diri perlahan tumbuh.
“Awalnya grogi, tapi waktu mulai baca jadi lebih percaya diri. Rasanya senang sekali bisa tampil di depan Presiden,” ujar Rizky saat diwawancarai di halaman SRT 7 Kota Probolinggo, Rabu (14/1).
Siswi yang sejak kelas 4 SD tertarik pada bahasa Jepang dan anime ini mengungkapkan, persiapan dilakukan secara serius. Selain belajar mandiri melalui aplikasi, ia juga mengikuti les privat selama 10 hari sebelum tampil.
“Aku memang suka bahasa Jepang dan anime sejak lama. Jadi waktu diminta tampil, aku berusaha maksimal. Belajar lewat aplikasi, terus ikut les privat juga,” katanya.
Tak hanya berpidato, Rizky juga berkesempatan bersalaman langsung dengan Presiden Prabowo. Ia bahkan sempat diajak berbincang singkat. “Pak Presiden tanya aku belajar bahasa Jepang dari mana, cita-cita aku apa, orang tua kerja apa. Senang sekali. Katanya juga nanti dijanjiin ke luar negeri, aku pengin ke Jepang,” tuturnya polos. Rizky sendiri bercita-cita menjadi seorang seniman lukis.
Sementara itu, Kepala SRT 7 Kota Probolinggo, Susilowati, mengaku bangga atas capaian anak didiknya. Menurutnya, dalam waktu enam bulan, perkembangan Rizky terbilang pesat. “Kami sangat bangga dan berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang telah memberi kesempatan anak kami tampil di acara nasional. Ini pencapaian luar biasa bagi SRT 7 dan Kota Probolinggo,” ujarnya.
Susilowati menjelaskan, bakat Rizky sudah terpantau sejak awal. Saat kunjungan Dirjen ke Kota Probolinggo, pihak sekolah diminta menyampaikan potensi siswa. Rizky kemudian diajukan karena memiliki kemampuan bahasa Jepang dan bakat melukis anime.
“Waktu itu kami sampaikan, anak ini bisa bahasa Jepang dan bisa melukis. Lalu dicatat. Setelah itu, saat Pak Menteri Gus Ipul ke SRT 7, anak kami tampil membaca pidato hiragana. Kemudian saat launching Sekolah Rakyat di Unesa, juga diminta tampil. Sampai akhirnya mendapat undangan ke Banjarbaru,” jelasnya.
Ia menegaskan, bakat siswa harus terus dipupuk dan dikembangkan agar tidak berhenti di satu momentum saja. “Ini bukti bahwa anak-anak kita punya potensi besar jika diberi ruang dan kepercayaan,” tambahnya.
Keberhasilan Rizky Aulia di panggung nasional tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa Sekolah Rakyat di Kota Probolinggo mampu melahirkan siswa berprestasi. Diharapkan, capaian ini dapat memotivasi siswa lain untuk terus mengembangkan bakat dan percaya diri menunjukkan kemampuan mereka. [fir.wwn]

