Situbondo, Bhirawa
Pemkab Situbondo menerima kunjungan strategis dari jajaran Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga (Unair) Surabaya di Intelligence Room Pemkab Situbondo. Pertemuan ini menjadi sinyal kuat bahwa inovasi kepemimpinan Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, mulai mendapat perhatian sejumlah kampus, salah satunya Unair.
Wakil Direktur Bidang Riset, Pengabdian Masyarakat, Digitalisasi, dan Internasionalisasi Unair, Prof. Dr. H. Suparto Wijoyo, S.H., M.Hum., mengatakan bahwa progres pembangunan di Kabupaten Situbondo di bawah kepemimpinan Mas Rio dan Mbak Ulfi terus bergulir maju.
“Kabupaten Situbondo saat ini tengah menunjukkan fenomena atau cahaya yang mulai memancar. Untuk itu, Universitas Airlangga pada tanggal 4 Februari 2026 mendatang akan mengundang Mas Rio, Bupati Muda Situbondo untuk memaparkan gagasan kepemimpinannya dalam forum School of Collaborative Leadership”, ujar Prof Suparto.
Lebih lanjut, Prof Suparto mengatakan, pihaknya melihat aura atau semangat ‘naik kelas’ yang dibawa kepemimpinan tokoh muda Mas Rio dan Mbak Ulfi. “Kami ingin gagasan inovasi layanan dan capaian ekonomi Situbondo ditularkan menjadi best practice bagi daerah lain,” kata Prof. Suparto.
Bukan tanpa alasan Unair melirik Kabupaten Situbondo di ujung timur Pulau Jawa ini. Namun, data menunjukkan pertumbuhan ekonomi Situbondo sangat progresif, menyentuh angka di atas 6 persen pada kuartal II hingga IV, melampaui rata-rata pertumbuhan nasional.
Selain itu, tekad Situbondo menjadi lumbung pangan nasional dinilai sangat selaras dengan agenda strategis Presiden RI. “Dalam agenda Februari mendatang, Unair berencana mempersandingkan Mas Rio dengan dua pemimpin muda lainnya di Jawa Timur, yakni Bupati Pasuruan mewakili wilayah tengah, dan Bupati Lamongan mewakili wilayah barat,” jelas Prof Suparto.
Ini, kata Prof Suparto, bentuk apresiasi Unair terhadap kepemimpinan anak muda. “Kami ingin Situbondo tidak lagi dipandang sebelah mata, tapi diperhitungkan dalam percaturan kepemimpinan di Jawa Timur, melampaui dominasi wilayah metropolitan,” ujar Prof. Suparto.
Prof Suparto kembali menegakan, selain urusan kepemimpinan, kerja sama yang akan menyentuh aspek teknis melalui dukungan Unair terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di Situbondo, juga mulai dari pengentasan kemiskinan, penanganan stunting, hingga perubahan iklim.
Sektor pariwisata Pasir Putih, kata Prof Suparto, sudah saatnya destinasi legendaris Pasir Putih bertransformasi. “Rencana adanya investasi dan penataan tata kelola pesisir (coastal management), maka saya yakin wisata Bahari Pasir Putih akan lebih naik kelas dan menjadi destinasi berskala nasional,” tuturnya.
Prof Suparto juga menegaskan bahwa kerja sama antara Unair dan Pemkab Situbondo bukan sekadar teori, melainkan kolaborasi integratif. “Bupatinya humble dan smart. Daripada ditangkap kampus lain, lebih baik kami ‘tangkap’ di Unair untuk bersama-sama membangun sumber daya manusia yang unggul,” pungkas Prof Suparto. [awi.wwn]

