Wakil ketua DPRD Gresik Lutfi Dawam dan kapal sandar di Pelabuhan Gresik tidak bisa berlayar ke Pulau Bawean karena cuaca buruk.
Foto…Wakil Ketua DPRD Gresik Lutfi Dhawan
DPRD Gresik, Bhirawa.
Akibat kapal belum bisa berlayar ke Pulau Bawean, karena kondisi cuaca buruk. Berdampak pada distribusi kebutuhan pokok jadi menipis, berdampak pada kenaikan sangat signifikan harga sembako. Juga pelayanan kesehatan masyarakat jadi terhambat, DPRD berharap Forkopimcam maupun Forkopimda dapat segera turun tangan. Untuk menekan laju inflasi harga di pasar Pulau Bawean, dan distribusi logistik berjalan normal juga pelayanan kesehatan.
Menurut Wakil Ketua DPRD Gresik Lutfi Dhawan mengatakan, bahwa terhentinya pelayaran berdampak pada ketersediaan sembako. Juga pada akses layanan kesehatan masyarakat Bawean, karena pasien yang membutuhkan rujukan ke rumah sakit di Gresik maupun Surabaya. Jadi terkendala, karena tidak adanya kapal penyeberangan.
” Kondisi ini, terjadi tiap tahun pada bulan-bulan seperti ini. Cuaca buruk, angin kencang dan ketingihan ombak hingga 3 meter lebih. Tapi ada solusi dengan kapal bantuan TNI AL, juga kapal Gili Liang dan Brondong Lamongan. Berharap pihak pemkab, segera meminta bantuan tersebut.”ujarnya.

Akibat dari diatribusi logistik tidak lancar, kebutuhan sembako jadi naik dan pelayanan kesehatan jadi terganggu dan menunggu. Jika ada pasien yang harus di lakukan rujukan. Dan kapal besar di butuhkan bisa jadi alternatif menguranggi beban masyarakat Pulau Bawean, agar penderiataan masyarakat tidak menjadi lebih parah.
Ditambahkan Lutfi Dawam politis asal Partai Gerindra dapil Pulau Bawean, sudah melakukan kordinasi dengan pemkab untuk solusi kapal besar dalam waktu dekat bisa berlayar ke Pulau Bawean. Karena pelayanan kesehatan bagi warga sakit harus segera di rujuk ke Gresik, dan sembako harus ada agar harga bisa kembali stabil.
Sementara dampak dari terhentinya pelayaran dirasakan masyarakat Bawean, inspeksi mendadak Tim Kecamatan Sangkapura di Pasar Desa Kotakusuma kemarin. menunjukkan sejumlah komoditas bahan pokok mulai mengalami kelangkaan, Stok sayur-mayur mulai menipis. Harga telur ayam tercatat naik dari Rp32 ribu per kilogram, menjadi Rp35 ribu per kilogram. Sementara harga daging ayam melonjak cukup tajam, dari Rp50 ribu menjadi Rp60 ribu per kilogram.
Rintihan salah seorang warga Bawean Basith mengatakan, bahwa berharap cuaca segera membaik agar aktivitas pelayaran kembali normal. Cuaca segera membaik, sehingga kapal sudah bisa berlayar dengan normal. Sehingga logistik sembako juga lancar, dan harga kembali bisa normal

“Kami berharap jika cuaca masih buruk, dari pemkab segera ada solusi untuk kapal bantuan berlayar ke Bawean. Ada solusi untuk meringankan beban masyarakat, apalagi sekarang mendekati peringatan Isra Mikraj. Masyarakat pasti membutuhkan telur dan ayam, untuk kebutuhan tersebut.” ungkapnya.
Plt Kepala UPT Pengelola Prasarana Perhubungan Dishub Wilayah Bawean Mohammad Taufiqurrahman mengatakan, bahwa untuk calon penumpang dari Pulau Bawean tidak seberapa padat. Lantaran arus balik Nataru sudah selesai, akibat cuaca buruk imbasnya kebutuhan pokok dan harga sembako perlahan merangkak naik karena stok menipis. Sampai hari ini, belum ada informasi kapal bantuan. Namun semuanya tergantung dari Dishub Gresik, untuk antisipasi cuaca buruk seperti sekarang ini. (kim.hel).

