Mojokerto, Bhirawa
Kesadaran akan pentingnya pencegahan stunting kini mulai berkembang di lingkungan desa. Di Desa Candiwatu, subkelompok 1 KKN R4 Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya hadir untuk mengedukasi masyarakat tentang stunting melalui kolaborasi dengan kader posyandu dan warga setempat. Mereka bersama-sama membangun kesadaran mengenai pentingnya pencegahan stunting sejak dini.
Mahasiswa anggota subkelompok 1 KKN R4 Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya Febbri Aditya Kurniawan mengungkapkan kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh warga dan kader posyandu yang secara aktif berpartisipasi dalam diskusi. Menurut Febbri, materi yang disampaikan menggunakan bahasa yang mudah dipahami, sehingga warga bukan hanya mendengarkan, tetapi juga terlibat secara langsung dalam proses pembelajaran dan berdiskusi.
Kolaborasi menjadi faktor utama kesuksesan dalam kegiatan ini. Kader posyandu berperan penting dalam memperkuat materi sosialisasi berdasarkan pengalaman mereka dalam mendampingi ibu dan balita. Sementara itu, warga, khususnya orang tua, berani berbagi pengalaman sehari-hari dan bertanya mengenai pola asuh, pemenuhan gizi, serta kebiasaan yang berdampak pada tumbuh kembang anak. Pendekatan dialog dipilih agar proses edukasi lebih menyentuh kehidupan warga.
Menurutnya, pencegahan stunting tidak cukup disampaikan secara bersifat satu arah, tetapi perlu dibangun melalui komunikasi dan saling belajar antara mahasiswa dan masyarakat.
Kader posyandu Desa Candiwatu juga menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN. Mereka menyatakan bahwa dukungan dan ide segar dari mahasiswa mampu meningkatkan antusiasme warga dalam mengikuti kegiatan kesehatan, sekaligus memperkuat pesan tentang pentingnya perhatian terhadap gizi dan kesehatan anak sejak usia dini.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan warga semakin memahami bahwa pencegahan stunting dimulai dari lingkungan keluarga. Kesadaran tentang pentingnya asupan gizi seimbang, pola asuh yang tepat, serta pemantauan pertumbuhan anak menjadi langkah awal dalam membangun generasi yang sehat.
Kolaborasi antara mahasiswa KKN, kader posyandu, dan warga Desa Candiwatu menunjukkan bahwa upaya mencegah stunting bisa dimulai dari desa.
Dengan kerja sama dan kepedulian yang terbangun dari masyarakat, harapan untuk menciptakan generasi yang lebih sehat dan berkualitas bukan sekadar wacana, tetapi menjadi tujuan yang dapat dicapai. [why]

