Mojokerto, Bhirawa
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya R12 Subkelompok 5 melaksanakan program pemberdayaan UMKM dengan menghadirkan perbaikan dan optimalisasi mesin pemotong ubi guna meningkatkan efisiensi produksi usaha cekeremes milik Bu Lilik di Desa Sumber Kembar, Kecamatan Pacet.
Sebelumnya, UMKM cekeremes Bu Lilik telah menggunakan mesin pemotong ubi, namun kondisi mesin yang sudah lama menyebabkan kinerja alat kurang maksimal. Proses pemotongan menjadi kurang efisien, hasil potongan tidak seragam, serta sering mengalami kendala teknis yang berdampak pada kualitas produk dan waktu produksi.
Melalui program KKN, mahasiswa melakukan perbaikan, penyesuaian, dan pendampingan penggunaan mesin pemotong ubi agar dapat kembali berfungsi optimal. Mesin yang telah diperbaiki mampu menghasilkan potongan ubi yang lebih rapi dan seragam sehingga kualitas cekeremes meningkat dan proses produksi menjadi lebih efisien.
Ketua Sub-kelompok 5 KKN R12 menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan membantu pelaku UMKM memaksimalkan alat produksi yang telah dimiliki.
“Kami tidak hanya memberikan alat, tetapi berfokus pada optimalisasi mesin yang sudah ada agar benar-benar berdampak pada produktivitas dan kualitas produk,” ujarnya.
Selain itu, mahasiswa KKN juga memberikan edukasi terkait perawatan mesin sederhana, pengelolaan waktu produksi, serta pentingnya konsistensi kualitas produk untuk meningkatkan daya saing UMKM di pasar lokal.
Kegiatan ini dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan Dr. (cand). Fiky Two Nando, S.T., M.T., dan dilaksanakan oleh Sub-kelompok 5 yang terdiri dari Hafis, Devia, Ibrahim, Aan, dan Zulfikar. Program tersebut menjadi wujud kontribusi KKN Untag Surabaya dalam mendukung penguatan UMKM desa melalui pemanfaatan teknologi yang lebih optimal.
Dengan optimalisasi mesin pemotong ubi ini, UMKM cekeremes Bu Lilik diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, menjaga kualitas produk, dan memperluas peluang pemasaran secara berkelanjutan. [why]

