29 C
Sidoarjo
Wednesday, January 14, 2026
spot_img

Dinkes Sampang Ingatkan Warga Tak Panik Penyebaran Super Flu

Pemkab Sampang, Bhirawa
Kabar puluhan kasus Super Flu telah terdeteksi di Provinsi Jawa Timur, Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Kabupaten Sampang memastikan penyebaran virus Influenza A (H3N2) subclade K tersebut belum ditemukan di wilayahnya.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes KB Sampang, Samsul Hidayat, menyampaikan bahwa informasi mengenai sebaran penyakit Super Flu kini menjadi atensi serius. Ia menjelaskan, penyakit ini dipicu oleh jenis virus influenza tertentu yang penyebarannya didukung oleh faktor cuaca.

“Pemicunya antara lain masa pancaroba, yakni peralihan musim kemarau ke musim hujan, serta cuaca ekstrem yang berpotensi menurunkan imunitas tubuh sehingga seseorang mudah terserang penyakit,” jelasnya, selasa (13/1/26)

Samsul menambahkan, di mata masyarakat Sampang, gejala virus Influenza A (H3N2) ini sering kali dianggap sebagai flu biasa yang lazim terjadi akibat faktor lingkungan dan kondisi tubuh yang menurun.

“Masyarakat cenderung menganggapnya tidak berbahaya karena gejalanya menyerupai penyakit biasa,” terangnya.

Terkait data persebaran, Samsul mengungkapkan bahwa Jawa Timur mencatat 23 kasus Super Flu dari total 62 kasus yang ditemukan di Indonesia. Angka ini menempatkan Jawa Timur sebagai provinsi dengan jumlah kasus tertinggi.

Menanggapi hal tersebut, Dinkes KB Sampang bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur tengah melakukan pemantauan intensif sembari menginstruksikan seluruh fasilitas kesehatan (faskes) untuk menggencarkan sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Berita Terkait :  Bupati Tuban Serahkan SK Pengangkatan PPPK Formasi Tahun 2024 Tahap 1

“Di Sampang sebaran kasusnya memang belum ada, namun kami sudah mengimbau masyarakat melalui faskes untuk memberikan edukasi mengenai pencegahan Super Flu ini,” ungkap Samsul.

Sebagai langkah antisipasi, pihaknya telah menyusun strategi kewaspadaan bagi seluruh tenaga kesehatan di puskesmas maupun rumah sakit, sembari menunggu instruksi resmi lebih lanjut dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Sosialisasi kesehatan sudah berjalan. Kami meminta masyarakat tetap tenang dan tidak panik. Hal yang terpenting adalah menjaga kebersihan lingkungan dan kondisi kesehatan fisik,” pungkasnya. (lis.dre)

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru