24 C
Sidoarjo
Wednesday, February 4, 2026
spot_img

Mesin Pencacah Rumput Karya Mahasiswa KKN Untag Surabaya, Permudah Pengolahan Pakan Ternak


Mojokerto, Bhirawa
Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya (Untag), Dona Aurelia bersama tim Sub Kelompok 3 KKN R4 Desa Candiwatu, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, melaksanakan program kerja berupa pembuatan mesin pencacah rumput sebagai upaya membantu peternak sapi meningkatkan efisiensi penyediaan pakan.

Menurut Dona, program ini dimulai dari permasalahan yang dihadapi peternak dalam menyiapkan pakan hijauan setiap hari.

Salah satu peternak mitra, Pak Maslikan, yang memelihara sekitar tiga hingga empat ekor sapi, biasanya menghabiskan waktu sekitar satu setengah hingga dua jam per hari untuk mencari dan memotong rumput secara manual. Pada musim hujan, pekerjaan tersebut menjadi lebih berat karena rumput dalam kondisi basah sehingga lebih sulit ditangani.

Lebih lanjut menurut Dona, selain memakan waktu, pemberian rumput tanpa dicacah sering menyebabkan sisa pakan menumpuk di sekitar kandang. Kondisi rumput yang lembap membuat kualitas pakan menurun dan berpotensi terbuang, dengan tingkat pemborosan yang dapat mencapai 10-20% apabila disimpan lebih dari satu hari.

Sebagai solusi, tim KKN merancang dan membuat mesin pencacah rumput berbasis teknologi tepat guna. Mesin ini menggunakan dinamo listrik berdaya 150watt dan mampu menghasilkan potongan rumput berukuran sekitar 1-3 cm, sehingga lebih praktis disimpan dan lebih cepat dikonsumsi oleh ternak.

Proses uji coba dilakukan langsung menggunakan rumput yang biasa digunakan peternak. Hasilnya, mesin bekerja dengan baik apabila rumput dimasukkan secara bertahap agar tidak terlalu padat dan tidak menghambat putaran mesin. Tidak hanya menyediakan alat, mahasiswa KKN juga memberikan pendampingan berupa pelatihan penggunaan dan perawatan mesin. Peternak dibekali pengetahuan tentang cara membersihkan ruang pencacah, mengecek kondisi pisau secara rutin, serta diberikan buku panduan sebagai pegangan dalam pengoperasian dan perawatan alat.

Berita Terkait :  Lomba Gambar Kemendukbangga/BKKBN, Ratusan Anak dan Ayah Ikuti Lomba Gambar "Ayah Adalah Pahlawanku"

Melalui inovasi ini, diharapkan peternak dapat menghemat waktu, mengurangi pemborosan pakan, serta menjaga kebersihan lingkungan kandang. Kedepannya, rumput hasil cacahan juga berpotensi dikembangkan menjadi pakan fermentasi atau silase sebagai cadangan pakan pada musim kemarau. [why]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru