Pemkab Tulungagung, Bhirawa
Penyerarahan 200 becak listrik pada pengayuh becak di Tulungagung, Sabtu (10/1) sore berlangsung meriah. Para pengayuh becak yang menerima becak listrik secara cuma-cuma itu melakukan konvoi keliling Kota Tulungagung yang di awali dan berakhir di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso.
Yang menarik dalam konvoi tersebut ikut sebagai penumpang becak listrik, yakni Presiden Becak Listrik Indonesia, Nanik S Deyang serta Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, dan Wakil Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin. Selain juga anggota Forkopimda Tulungagung dan semua kepala OPD lingkup Pemkab Tulungagung.
Bupati Gatut Sunu menyatakan sengaja meminta para Kepala OPD untuk ikut serta dalam konvoi memeriahkan penyerahan 200 becak listrik pada pengayuh becak yang sudah berusia lanjut tersebut. Selain juga sebagai apresiasi dan rasa terima kasih pada Presiden Prabowo Subianto.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya pada Bapak Presiden Prabowo Subianto. Bantuan ini merupakan bentuk keberpihakan negara pada rakyat kecil,” ujarnya.
Sementara itu, Nanik S Deyang yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), sempat meneteskan air matanya usai berkeliling kota bersama para pengayuh becak sepuh yang kini tidak lagi mengayuh setelah mendapat becak listrik gratis. Nanik bahkan memeluk erat salah satu pengayuh becak tersebut.
Menurut dia, Tulungagung punya sejarah tersendiri bagi Presiden Prabowo Subianto. Gara-gara gambar becak dengan pengayuhnya berusia lanjut dan menggunakan kruk (tongkat alat bantu untuk berjalan) yang ditemui Nanik di Tulungagung,, kemudian membuat Presiden Prabowo terinspirasi memberikan becak listrik secara gratis.
“Gambarnya (pengayuh) becak sepuh bawa kruk. Umurnya sepuh banget. Ada dua tiga orang. Beliau (Presiden Prabowo) menangis lihat itu. Ini yang membuat beliau pada tahun 2024 sebelum jadi Presiden memesan becak listrik dari kantong pribadi,” ungkapnya.
Saat ini, lanjut Nanik, Presiden Prabowo sudah memesan sebanyak 70 ribu becak listrik lagi dari yang sebelumnya sekitar dua ribu untuk diberikan pada pengayuh becak yang sudah berusia lanjut. “Intinya, Presiden itu tidak ingin melihat (pengayuh) becak sepuh yang seumur hidupnya tidak punya aset, karena (becaknya) hanya menyewa. Presiden ingin memanusiakan mereka. Ingin memberikan kebahagiaan. Hadiah agar di usia tua punya aset becak listrik seharga Rp 22 juta,” tuturnya.

Nanik selanjutnya membeberkan pemberian becak listrik gratis akan dituntaskan terlebih dulu di Jawa. Baru kemudian menyebar ke seluruh daerah di Indonesia.
“Saya selesaikan Jatim dulu, kemudian Jateng, Jabar nanti muter sampai penuh. Baru setelah itu luar Jawa. Saya hitung untuk Jawa itu kira-kira 40 ribu sampai 50 ribu becak listrik,” terangnya.
Lebih lanjut Nanik, membeberkan sudah berbisik pada Bupati Gatut Sunu jika Tulungagung bisa mendapat tambahan becak listrik gratis seperti yang diminta Bupati Tulungagung itu. “Kira-kira berapa lansia yang belum mendapat becak listrik. Kalau kurang 200 lagi kita akan drop 200 lagi. Pokoknya, tidak boleh lagi menarik becak di jalanan dengan tenaga manusia. Utamanya, untuk yang lansia,” pungkasnya.[wed.ca]

