25 C
Sidoarjo
Wednesday, February 4, 2026
spot_img

Commuter Line Surabaya-Probolinggo Segera Beroperasi, Target Rampung Sebelum Lebaran

Pemkot Probolinggo, Bhirawa
Layanan kereta Commuter Line Supas (Surabaya-Pasuruan) dipastikan akan diperpanjang hingga Stasiun Probolinggo. Bahkan, Kementerian Perhubungan menargetkan layanan ini sudah bisa beroperasi sebelum Lebaran 2026.

Kepastian itu mengemuka usai Wali Kota Probolinggo Aminuddin melakukan audiensi langsung dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub di Jakarta, Kamis (8/1). Audiensi tersebut sekaligus menindaklanjuti persetujuan awal Kemenhub atas usulan Pemkot Probolinggo terkait perpanjangan rute commuter line.

”Ini adalah jawaban atas kebutuhan masyarakat Probolinggo yang setiap hari beraktivitas ke Surabaya dan sekitarnya. Kalau commuter line masuk Probolinggo, mobilitas warga akan jauh lebih mudah, cepat, dan terjangkau,” ujar Aminuddin.

Dalam audiensi ini, Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Allan Tandiono menyatakan dukungan penuh terhadap rencana perpanjangan rute Pasuruan-Probolinggo. Ia menyebut, secara prinsip Kemenhub siap merealisasikan, dengan catatan seluruh persyaratan teknis dan operasional dipenuhi.

”Kami mendukung. Tinggal kita siapkan sarana, prasarana, serta penyesuaian standar pelayanan. Kalau semua siap, target sebelum Lebaran bisa kita kejar,” kata Allan.

Secara teknis, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api DJKA Arif Anwar menjelaskan, jarak perpanjangan rute dari Pasuruan ke Probolinggo mencapai 38,6 kilometer. Menurutnya, potensi penumpang di Stasiun Probolinggo cukup besar, mengingat selama ini sudah dilayani sejumlah kereta jarak jauh kelas ekonomi hingga eksekutif.

”Demand-nya bagus. Data Januari sampai November 2025, penumpang naik-turun di Stasiun Probolinggo mencapai 15.722 orang. Ini menunjukkan potensi yang layak untuk dilayani commuter line,” jelas Arif.

Berita Terkait :  Stadion Kanjuruhan Bakal Diresmikan Presiden Prabowo

Kemenhub juga telah menyiapkan skema awal operasional. Rencananya, commuter line akan berangkat dari Surabaya pukul 01.50 dan tiba di Probolinggo pukul 03.45. Selanjutnya berangkat dari Probolinggo pukul 04.10 dan tiba di Surabaya pukul 06.42. Untuk perjalanan malam, keberangkatan dari Surabaya pukul 21.22 dan tiba di Probolinggo pukul 23.36.

Menurut Aminuddin, pola tersebut sangat ideal bagi warga Probolinggo yang bekerja di Surabaya. ”Berangkat pagi, sampai Surabaya sebelum jam kerja. Pulangnya juga masih ada waktu istirahat. Ini akan sangat membantu dan mengurangi kepadatan lalu lintas di jalan raya,” ujarnya.

Selain untuk pekerja, perpanjangan commuter line juga dinilai akan mendorong sektor pariwisata dan ekonomi lokal. Probolinggo sebagai pintu gerbang wisata Bromo dan kawasan tapal kuda diyakini akan semakin mudah diakses wisatawan.

”Probolinggo bukan hanya kota transit, tapi tujuan. Ada wisata, kuliner, belanja. Dengan commuter line, arus orang masuk ke Probolinggo akan meningkat,” tambah Allan.

Pemkot Probolinggo, lanjut Aminuddin, siap menindaklanjuti dengan melengkapi kajian, koordinasi dengan PT KAI dan KCI, serta menyiapkan fasilitas pendukung di Stasiun Probolinggo.

”Alhamdulillah responsnya sangat positif. Kami akan segera menindaklanjuti agar target sebelum Lebaran benar-benar terwujud,” tandasnya. [fir.fen]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru