Kabupaten Madiun, Bhirawa
Bupati Madiun H. Hari Wuryanto, S.H., M.Ak didampingi Wakil Bupati dr. Purnomo Hadi, MH. menerima 321 mahasiswa/wi BBK (Belajar Bersama Komunitas) 7 tahun 2026 Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, di Pendopo Ronggo Djoemeno, di Kota Caruban, Pusat Pemerintahan Kabupaten Madiun, Selasa (6/1).
Penyambutan ‘kaum intelektual’ ini ditandai penyematan atribut BBK oleh Bupati dan Wakil Bupati Madiun kepada perwakilan diikuti seluruh peserta BBK yang disaksikan oleh Kepala Bapperida Sodik Hery Purnomo, pimpinan OPD terkait dan 4 camat, Sekretaris Lembaga Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan Unair, Astri Dewanyani, dr PhD, beserta dosen pembimbing lapangan.
Dengan dikoordinir oleh Tokok Adiarto, Drs MSi, sebanyak 321 peserta BBK akan mengikuti KKN selama 28 hari (6 Januari – 2 Februari) yang tersebar di 37 desa/kelurahan di 4 Kecamatan di Kabupaten Madiun.
Dalam kesempatan ini, Astri Dewanyani, dr. Ph.D menyampaikan terimakasih kepada Pemkab. Madiun atas kerjasamanya selama ini, karena selama mahasiswa Unair BBK di Kabupaten Madiun diterima dengan baik. Astri Dewanyani, dr. Ph.D juga menjelaskan SDGs (Sustainable Development Goals) atau tujuan pembangunan berkelanjutan adalah 17 tujuan global yang ditetapkan PBB, dan menariknya Unair meraih juara 1 dunia pada sektor sanitasi.
Bupati Madiun dalam sambutannya berharap kepada mahasiswa Unair Surabaya setelah melakukan BBK ini bisa memberikan rekomendasi untuk dibahas dalam Musrenbang dalam rangka wujudkan visi misi ‘Bersahaja’. Rekomendasi itu bisa seputar potensi yang dapat dikembangkan di lokasi BBK agar desa tersebut menjadi desa mandiri.
“Sebagaimana penjelasan Ibu Astri Dewayani tadi, Unair mendapat juara 1 tingkat dunia untuk Sanitasi. Ini bisa ditularkan ke masyarakat, agar mereka paham akan pentingnya sanitasi,” ungkap Bupati Madiun.
Dalam kesempatan ini, Bupati Madiun juga menjelaskan visi misi Kabupaten Madiun ‘Bsersahaja’ (Bersih Sehat dan Sejahtera) yang dijabarkan dalam 6 misi yang outputnya adalah kesejahteraan masyarakat. “Kami berharap njenengan (mahasiswa BBK) bisa membantu Kabupaten Madiun untuk segera wujudkan Kabupaten Madiun yang Bersahaja, keluar dari kemiskinan,” pinta Bupati. [dar.wwn]

