25 C
Sidoarjo
Wednesday, February 4, 2026
spot_img

Sembilan Embung Rampung, Ketahanan Pangan Bojonegoro Diperkuat


Bojonegoro, Bhirawa
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro memperkuat ketahanan pangan daerah melalui pembangunan dan optimalisasi embung sebagai sumber cadangan air pertanian. Hingga akhir tahun 2025 , sebanyak sembilan embung di sejumlah kecamatan telah rampung dibangun dan siap dimanfaatkan.

Kepala Bidang Air Baku Irigasi Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air Kabupaten Bojonegoro Bungku Susilowati mengatakan, seluruh paket pembangunan embung tersebut telah mencapai progres fisik 100 persen.

Embung-embung itu tersebar di Kecamatan Kasiman, Padangan, Ngasem, Sumberrejo, Kedungadem, Sugihwaras, dan Balen.

“Embung dibangun untuk meningkatkan daya tampung air sebagai cadangan irigasi, terutama ketika debit sungai menurun pada musim kemarau,” ujar Bungku, kemarin (6/1).

Dalam pelaksanaannya, sejumlah embung memiliki volume tampungan yang melebihi perencanaan awal. Optimalisasi lahan dilakukan untuk memaksimalkan kapasitas tampung air.

Embung di Desa Ngasem, Kecamatan Ngasem, mampu menampung hingga 8.204 meter kubik air, sedangkan embung di Desa Siwalan, Kecamatan Sugihwaras, menjadi yang terbesar dengan volume mencapai 8.718 meter kubik.

Selain membangun embung baru, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro juga melakukan normalisasi terhadap 23 embung yang telah ada. Normalisasi dilakukan guna meningkatkan kapasitas tampung serta menjaga fungsi embung agar tetap optimal dalam mendukung kebutuhan air pertanian.

Sembilan embung yang telah rampung dibangun tersebut berada di Desa Ngaglik (Kecamatan Kasiman), Desa Banjarejo (Kecamatan Padangan), Desa Ngasem (Kecamatan Ngasem), Desa Mlinjeng (Kecamatan Sumberrejo), Desa Duwel Paket 1 dan Paket 2 serta Desa Kedungadem (Kecamatan Kedungadem), Desa Siwalan (Kecamatan Sugihwaras), dan Desa Kedungdowo (Kecamatan Balen).

Berita Terkait :  DPRD Kota Madiun Umumkan Keanggotaan Fraksi dan Tetapkan Wakil Ketua dari PDI Perjuangan

Bungku berharap, dengan selesainya pembangunan sembilan embung ini, manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat, khususnya petani.

“Kami berharap produktivitas pertanian meningkat dan risiko gagal panen akibat kekeringan dapat diminimalkan,” pungkasnya. [bas.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru