26 C
Sidoarjo
Wednesday, February 11, 2026
spot_img

Produksi Beras Tulungagung Sepanjang Tahun 2025 Surplus 94.638,08 Ton


Tulungagung, Bhirawa
Produksi beras di Kabupaten Tulungagung dibanding konsumsi masyarakat setempat sepanjang tahun 2025 mengalami surplus. Kelebihan produksi beras selama setahun tersebut mencapai 94.638,08 ton.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung, Suyanto, Selasa (6/1), mengungkapkan pada tahun 2025 produksi beras di Kabupaten Tulungagung mencapai 185.582,21 ton atau 319.969,33 ton gabah.

“Setelah dikonsumsi masyarakat Tulungagung yang berjumlah 1.119.588 jiwa dengan konsumsi 90.944 ton, maka didapat surplus 94.638,08 ton,” ujarnya.

Menurut dia, surplus beras sebanyak 94.638,08 ton itu setara dengan konsumsi masyarakat Tulungagung selama 12 bulan.

“Jadi cukup untuk persediaan selama satu tahun,” terangnya.

Suyanto menyebut pada tahun 2025 luasan panen padi di seluruh Kabupaten Tulungagung mencapai 45.966 hektar. Sementara tingkat produktifitasnya 69,61 kuintal per hektar.

“Jika dibanding tahun sebelumnya yakni tahun 2024, luasan panen meningkat cukup besar. Tahun 2024, luasan panennya 36.925 hektar,” paparnya.

Selanjutnya, mantan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Tulungagung ini membeberkan pula jika produksi beras di tahun 2025 lebih besar dari tahun 2024. Terjadi peningkatan yang cukup signifikan yakni sampai 36.501,95 ton.

“Tahun 2024 produksi beras Tulungagung sebesar 149.080,26 ton. Sedang di tahun 2025 mencapai 185.582,21 ton. Terjadi peningkatan produksi sampai 36.501,95 ton beras,” paparnya lagi.

Begitu pun dengan surplus beras di akhir tahun terjadi kenaikan dari tahun sebelumnya. Suyanto mengatakan jika surplus beras di tahun 2024 sejumlah 58.457,39 ton.

Berita Terkait :  MB ESB UB Borong 13 Penghargaan Piala Raja Hamengku Buwono X

“Bandingkan dengan surplus yang terjadi di 2025 yang mencapai 94.638,08 ton. Atau naik dari tahun sebelumnya sebanyak 36.180,69 ton,” ucapnya.

Sementara itu, terkait alokasi pupuk subsidi tahun 2026, Suyanto mengatakan alokasi untuk urea sebanyak 24.554 ton, NPK (22.736 ton), pupuk organik (418 ton) dan ZA (328,65 ton).

Sedang RDKK yang diajukan pada tahun 2026, untuk urea sebanyak 26.668,28 ton, NPK (32.320, 21 ton), NPK Formula (0,183 ton), pupuk organik (1.216,09 ton) dan ZA (328,65 ton). [wed.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru