Vinanda Prameswati
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menegaskan sejumlah fokus kerja Pemerintah Kota Kediri pada tahun 2026, di antaranya peningkatan kualitas layanan publik, penguatan disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN), serta efektivitas pelaksanaan program pembangunan.
Vinanda menyampaikan bahwa berbagai capaian telah diraih sepanjang tahun 2025 berkat kerja keras seluruh ASN. Namun demikian, masih terdapat kekurangan yang perlu dievaluasi guna meningkatkan kinerja pemerintahan ke depan.
“Kita telah melewati tahun 2025. Banyak capaian yang telah kita raih dari kerja keras Bapak Ibu semua. Namun juga masih ada kekurangan yang bisa kita jadikan bahan evaluasi untuk ke depannya,” ujar Vinanda saat memimpin apel pagi awal tahun 2026, Senin (5/1).
Peningkatan kualitas layanan publik menjadi salah satu fokus utama. Wali Kota meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk terus memperbaiki standar pelayanan agar lebih cepat, tepat, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Apabila sebelumnya ada birokrasi yang rumit harus dipersingkat. Jangan sampai masyarakat dipingpong. Masyarakat harus puas dengan pelayanan yang diberikan,” tegas kepala daerah termuda se Jawa Timur ini .
Selain itu, Vinanda juga menekankan pentingnya peningkatan disiplin dan kinerja ASN, baik dari aspek kehadiran maupun capaian kinerja individu dan perangkat daerah. Ia menegaskan akan menerapkan sistem penghargaan dan sanksi secara tegas dan adil.
“Kami tidak segan-segan memberikan reward dan punishment. Kami tidak pandang bulu dalam memberikan sanksi apabila ada yang melanggar aturan,” ungkapnya.
Optimalisasi pelaksanaan program juga menjadi perhatian serius. Program yang telah direncanakan harus dilaksanakan secara maksimal, berdampak langsung kepada masyarakat, serta memanfaatkan anggaran secara efektif dan efisien.
“Jangan hanya seremonial saja tetapi tidak memberikan manfaat. Program harus dijalankan maksimal dan anggaran digunakan seefektif mungkin,” kata alumnus S2 Unair.
Wali Kota Kediri menambahkan bahwa sinergi dengan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, serta para pemangku kepentingan lainnya menjadi kunci agar target pembangunan dapat berjalan optimal.
“Kalau Pemkot Kediri saja yang melakukan tentu berat, perlu sinergi dengan pemerintah pusat, provinsi, dan stakeholder terkait lainnya,” tandasnya. [van/nov.gat]

