Pemkot Malang, Bhirawa
Keberhasilan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang dalam menyulap kawasan Kayutangan Heritage, kini mendapat perhatian serius dari Pemerintah Pusat. Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI secara resmi membidik kawasan ini untuk dijadikan pilot project atau percontohan nasional dalam penataan pemukiman padat perkotaan.
Hal tersebut terungkap saat Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM, menerima kunjungan kerja Sekretaris Jenderal Kementerian PKP, Didyk Choiroel, S.Sos., M.Si, dan Direktur Jenderal PKP, Dr. Sri Hariyati S.Pi, M.Si, di Ruang Sidang Balaikota Malang, akhir pekan kemarin.
Wali Kota Wahyu mengungkapkan, ketertarikan Kementerian PKP merupakan tindak lanjut dari kunjungan Menteri PKP beberapa waktu lalu. Menurutnya, pusat melihat adanya sinergi yang luar biasa antara pembangunan fisik dengan perubahan mindset masyarakat setempat.
“Kami paparkan bagaimana story dan progres Kayutangan hingga menjadi magnet wisata utama saat libur Nataru. Pak Sekjen dan Bu Dirjen diinstruksikan pusat untuk mereplikasi konsep ini. Kayutangan dinilai layak menjadi proyek percontohan untuk penataan kawasan serupa di berbagai wilayah di Indonesia,” ujarnya.
Ia menambahkan, kunci sukses Kayutangan bukan sekadar pada aspek estetika arsitektur bangunan kolonial, melainkan pada penguatan peran masyarakat melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Kolaborasi ini sebelumnya telah mengantarkan Kota Malang meraih Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Terbaik I Nasional.
“Yang diapresiasi bukan hanya fisiknya, tapi bagaimana masyarakat menjadi subjek utama pembangunan. Ekonomi kreatif tumbuh, tapi nilai historis tetap terjaga,” imbuhnya.
Sementara itu, Sekjen Kementerian PKP, Didyk Choiruel, menjelaskan bahwa tahun ini kementeriannya tengah menggencarkan program prioritas penataan kawasan padat.
Kayutangan dipilih karena dianggap berhasil mengubah wajah kawasan padat menjadi produktif dan layak huni.
Menariknya, dalam kunjungan ini, Kementerian PKP juga memboyong rombongan jajaran kelurahan dari wilayah padat penduduk di Jakarta. Mereka diterjunkan langsung untuk mempelajari pola pemberdayaan masyarakat di Kayutangan guna diimplementasikan di ibu kota.
Senada, Dirjen Perumahan Perkotaan Kementerian PKP, Sri Hariyati, menegaskan bahwa model Kayutangan akan menjadi acuan standar nasional.
“Kita ingin melihat kawasan padat tetap menarik dan ekonominya maju. Keberhasilan di sini akan kita padukan menjadi konsep nasional untuk seluruh perkotaan di Indonesia,” pungkasnya. [mut.kt]

