Bondowoso, Bhirawa
Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Bondowoso menggelar kegiatan Haul Presiden ke-4 RI, KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Kantor DPC PKB setempat, Selasa (30/12).
Kegiatan ini menjadi momentum refleksi sejarah sekaligus peneguhan nilai perjuangan PKB sebagai partai yang lahir dari rahim Nahdlatul Ulama (NU).
Ketua DPC PKB Bondowoso, H. Ahmad Dhafir, S.H., mengatakan bahwa Haul Gus Dur rutin dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan sekaligus upaya mengingatkan kembali seluruh kader akan peran besar Gus Dur dalam sejarah lahirnya PKB.
“Kami secara rutin melaksanakan Haul Gus Dur. Tujuannya selain mengharap barokah, juga untuk meng-upgrade kembali ingatan para kader PKB bahwa tokoh yang memprakarsai lahirnya PKB adalah Gus Dur,” ujarnya.
Ahmad Dhafir menjelaskan, PKB lahir pada masa awal reformasi tahun 1998 sebagai respons atas aspirasi warga NU yang menginginkan adanya wadah perjuangan politik.
Saat itu, Gus Dur selaku Ketua Umum Tanfidziyah PBNU bersama para ulama membentuk Tim Lima dan Tim Sembilan yang kemudian melahirkan PKB.
“Gus Dur merespons aspirasi warga NU di awal reformasi. Atas prakarsa beliau bersama para ulama lainnya, lahirlah PKB sebagai alat perjuangan kebangsaan,” katanya.
Menurutnya, secara ideologis NU dan PKB memiliki keterkaitan historis dan nilai perjuangan yang kuat. NU berperan menjaga persoalan keagamaan dan akidah, sementara PKB menjalankan peran perjuangan di ranah pemerintahan dan politik.
“Persoalan keagamaan diurus NU, sementara persoalan pemerintahan dan politik dijalankan melalui PKB. Ini sah secara sejarah karena NU memiliki andil besar dalam lahirnya NKRI,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa dua pilar utama perjuangan NU yang diwariskan Gus Dur adalah tegaknya akidah Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah dan komitmen menjaga keutuhan NKRI. Karena itu, NU dan PKB secara tegas menyatakan Pancasila sebagai dasar negara yang final.
Dalam konteks kekinian, Ahmad Dhafir menyebut nilai-nilai Gus Dur tetap relevan dan harus terus diimplementasikan dalam pembangunan, termasuk di Kabupaten Bondowoso.
“Gus Dur adalah pelopor pluralisme dan mengajarkan kebersamaan. Nilai persaudaraan seiman, sebangsa, dan sesama manusia harus terus kita jaga agar PKB hadir untuk seluruh lapisan masyarakat tanpa pandang bulu,” ungkapnya.
Melalui peringatan Haul Gus Dur ini, DPC PKB Bondowoso berharap seluruh kader, khususnya anggota fraksi, semakin memahami jati diri PKB sebagai alat perjuangan NU dalam memperjuangkan keadilan, kebangsaan, dan kemanusiaan.
“Ini adalah amanah Gus Dur yang harus terus kita jaga. Komitmen kami tetap teguh sesuai jargon PKB: Maju Tak Gentar Membela yang Benar,” pungkasnya. [san.hel]

