Kab Malang, Bhirawa.
Proyek pembangunan dan pelebaran jalan dari wilayah Kecamatan Gondanglegi-Balekambang, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang kini sedang berlangsung. Sehingga dengan pembangunan jalan tersebut, tentunya membuat pengendara bermotor mengeluhkan, karena jalan untuk saat ini berupa tanah liat. Sehingga ketika diguyur hujan, jalan menjadi lumpur, dan sulit untuk dilewati kendaraan bermotor.
Selain itu, akses jalan yang kini dalam pembangunan itu, juga sebagai akses jalan menuju wisata Pantai Malang Selatan. Dan dampak dari proses pembangunan jalan Gondanglegi-Balekambang tersebut, tidak hanya mengganggu perjalanan wisatawan yang akan berwisata ke Pantai Malang Selatan, namun juga mengganggu masyarakat setempat dalam beraktivitas, seperti mengangkut hasil panen pertanian maupun perkebunan.
“Benar mas, selama proses pembangunan jalan Gondanglegi-Balekambang telah mengganggu aktivitas warga. Karena ketika hujan akses jalan akan berlumpur, dan sulit dilalui kendaraan bermotor. Sehingga menghambat perjalanan saat membawa hasil panen pertanian,” kata salah satu warga Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang Ali Rosyad, Senin (29/12), kepada Bhirawa.
Menurutnya, jalan Gondanglegi-Balekambang dilebarkan dibanding sebelum dibangun. Sedangkan lebar jalan menjadi 11-13 meter, kemungkinan hal itu untuk mendukung konektivitas dan pariwisata Pantai Malang Selatan. Sehingga dengan selesainya pembangunan jalan tersebut, hal ini akan memberikan akses kemudahan jalan yang tidak hanya para wisatawan, tapi juga masyarakat desa, tentunya akan mempercepat pengiriman hasil panen pertanian dan Perkebunan ke pusat kota.
“Namun, dalam proses pembangunan jalan dampaknya terjadi kerusakan jalan yang menghambat perjalanan, bahkan jalan sulit dilewati ketika diguyur hujan, karena menjadi berlumpur. “Kami berharap agar pembangunan Gondanglegi-Balekambang bisa secepatnya selesai, agar bisa memperlancar distribusi hasil panen serta bisa meningkatkan perekonomian warga desa,” pintah Ali.
Ditempat terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang Khairul Isnaidi Kusuma mengatakan, jika target selesainya pembangunan akses jalan Gondanglegi-Balekambang diperkirakan selesai pada bulan Mei 2026 mendatang. Sedangkan dalam pembangunan jalan tersebut meliputi pelebaran jalan, rekonstruksi, perbaikan jembatan, dan pembangunan drainase, dan panjang jalan sejauh 31 kilometer (km). Dalam pembangunan proyek itu, dibangun langsung oleh Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU). Sehingga selama proses pekerjaan berlangsung, pengguna jalan disarankan menggunakan jalur alternatif melalui Kecamatan Gedangan, Sumbermanjing Wetan, atau Donomulyo.
Spesifikasi pembangunan, dia menjelaskan, pelebaran jalan dari 8 meter menjadi 11 meter badan jalan, ditambah bahu jalan dan drainase, total lebar bisa mencapai 13 meter. Untuk jenis pekerjaan, yakni pelebaran, rekonstruksi jalan, penggantian jembatan, pemasangan box culvert, dan instalasi lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) menggunakan Light Emitting Diode (LED).Selain itu, dalam pembangunan jalan tersebut ada penanganan khusus, diantaranya perbaikan pondasi di area tertentu seperti di wilayah Desa Srigonco. “Pelaksananya, Konsorsium Jaya Konstruksi Sarana Modern, untuk status proyek tersebut telah ditingkatkan menjadi jalan nasional, dimulai sejak bulan Oktober 2024,” ungkapnya.
“Tujuan pembangunan jalan Gondanglegi-Balekamban yakni untuk meningkatkan akses dan kenyamanan ke destinasi wisata di Malang Selatan (Balekambang, Ngliyep, Sendangbiru). Dan juga untuk mendukung kelancaran transportasi dan pertumbuhan ekonomi wilayah Malang Selatan, Kabupaten Malang,” tegas Khairul.[cyn.ca]

