24 C
Sidoarjo
Wednesday, February 4, 2026
spot_img

Perayaan Tahun Baru: Antara Euforia dan Refleksi Diri

Setiap tahun, kita menyaksikan fenomena yang sama: datangnya malam pergantian tahun yang disambut dengan gegap gempita, pesta kembang api, dan berbagai acara hiburan di seluruh penjuru kota, termasuk di Surabaya. Jalanan macet, tempat hiburan penuh sesak, seolah semua orang berlomba-lomba merayakan “awal yang baru” dengan semarak.

Namun, di tengah euforia tersebut, saya tergelitik untuk bertanya, “Apa esensi sebenarnya dari perayaan tahun baru bagi kita sebagai individu dan masyarakat?” Apakah momen ini hanya sekadar ritual tahunan untuk bersenang-senang, ataukah ada makna yang lebih dalam yang sering terabaikan?

Bagi sebagian orang, tahun baru adalah momen untuk berkumpul bersama keluarga, berbagi kenangan, dan menetapkan harapan serta resolusi baru untuk masa depan. Ini adalah aspek positif dari perayaan tersebut, di mana kebersamaan dan optimisme dipupuk.

Namun, tidak sedikit pula yang memandang perayaan tahun baru secara kritis. Beberapa pihak, terutama dari sudut pandang agama tertentu, menganggap perayaan tahun baru Masehi bukanlah hari raya yang disyariatkan dan cenderung mengarah pada hura-hura yang tidak bermanfaat. Hal ini seringkali menjadi perdebatan klasik yang muncul setiap menjelang tahun baru.

Terlepas dari perbedaan pandangan tersebut, saya ingin mengajak pembaca untuk sejenak merenung. Momen pergantian tahun seharusnya menjadi waktu yang tepat untuk melakukan refleksi mendalam atas apa yang telah kita lakukan di tahun yang berlalu. Sudahkah kita menjadi pribadi yang lebih baik? Apa kontribusi positif yang telah kita berikan kepada lingkungan sekitar?

Berita Terkait :  Wadahi Prestasi Guru, PGRI Jatim Gelar Porsenijar 2025

Daripada sekadar menghabiskan dana besar untuk pesta kembang api yang sifatnya sesaat, alangkah baiknya jika energi dan sumber daya tersebut disalurkan untuk kegiatan yang lebih bermanfaat, seperti bakti sosial, doa bersama, atau kegiatan yang meningkatkan kualitas diri dan kepedulian sosial.

Semoga di tahun yang baru ini, kita dapat memulai lembaran baru dengan semangat yang lebih terarah, fokus pada perbaikan diri, dan membawa kedamaian serta kemakmuran bagi bangsa dan negara.

Terima kasih atas ruang yang diberikan.

Salam hormat,
Nayla Amalia
Mahasiswi di Surabaya

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru