24 C
Sidoarjo
Wednesday, February 4, 2026
spot_img

Dosen Universitas Narotama Surabaya dan BEM Bantu Warga Desa di Kabupaten Sumenep, Wujudkan Sistem Air Siap Minum

Peresmian depo air minum berteknologi Reverse Osmosis oleh dosen pembimbing, Farida Hardaningrum SSi MT dan kepala desa Batangbatang Daya, Siti Naisa SSos.

Sumenep, Bhirawa.
Civitas akademika dari Universitas Narotama Surabaya dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Rabu (17/12/2025) akhir pekan lalu, membantu warga Desa Batang-batang daya, Kabupaten Sumenep, yang selama ini kesulitan dalam mendapatkan air minum bersih.

Sebagaimana diketahui, karena faktor alam dan keterbatasan infrastruktur, membuat warga di desa tersebut, sulit mendapatkan akses air yang bersih dan aman untuk diminum dan untuk keperluan sehari-hari.

Program ini diprakarsai dan dibimbing oleh Dosen Pembimbing Universitas Narotama, Farida Hardaningrum, SSi MT, yang telah memiliki Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dalam pengolahan air payau menjadi air minum atau Brackish Water Reverse Osmosis (BWRO).

Farida juga dibantu dua dosen Narotama lain, yakni Rizal Bahaswan, ST, MSc dan Iputu Arthaya, SE, MM, dalam program kegiatan pengolahan air baku menjadi air siap minum.

“Masalah ini bukan hanya soal kuantitas, tetapi juga kualitas, tanpa penjernihan yang memadai, air dari sumber lokal bisa mengandung kontaminan yang berisiko bagi kesehatan,” komentar Farida.

Tim BEM Universitas Narotama, yang dipimpin oleh Presiden BEM Universitas Narotama, Ruhul Jihad Al Islamy, mengajari kepada warga Desa Batang-batang daya, selain mengolah air payau menjadi air minum bersih, juga memberdayakan warga desa untuk memproduksi air minum dalam kemasan.

Berita Terkait :  Prodi Kimia Universitas Bojonegoro Kenalkan Bahan Alam dan Pemanfaatannya

Menurut Farida, air bersih bukan hanya kebutuhan dasar, tetapi juga bisa menjadi sumber kehidupan dan peluang ekonomi bagi warga Desa.

Melalui Program Mahasiswa Berdampak (PM-BEM) yang didanai Kemendikti Saintek, menurut Farida, mahasiswa Universitas Narotama Surabaya membuktikan bahwa inovasi tekhnologi dapat membawa perubahan nyata di tengah masyarakat.

Ketua BEM Universitas Narotama, Ruhul Jihad, juga menambahkan kegiatan tersebut sebagai bentuk nyata peran dari mahasiswa dalam menjawab kebutuhan masyarakat melalui penerapan ilmu dan teknologi.

Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan oleh dosen BEM Universitas Narotama di Desa itu berlangsung secara terpadu dan melibatkan berbagai unsur masyarakat, yaitu BUMdes dan Karang Taruna.

Tim BEM Universitas Narotama memberikan pelatihan teknis mengenai cara produksi, perawatan, prosedur sanitasi, hingga pengujian kualitas air.

Sebanyak 20 Mahasiswa BEM Universitas Narotama sedang terlibat dalam kegiatan hibah PM BEM.

Kepala Desa Batang-batang Daya, Siti Naisa, SSos, sangat mengapresiasi kegiatan dari BEM Universitas Narotama tersebut.
Menurut Siti Naisa dengan adanya mesin pengolahan air layak minum itu, warga desa akan sangat terbantu.

” Warga desa kami, selain terbantu dalam mendapatkan air bersih, juga punya peluang dalam mengembangkan usaha air minum kemasan lokal,” ujarnya.

Sebagai bentuk komitmen jangka panjang, kegiatan itu ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Universitas Narotama dan Pemerintah Desa Batang Batang Daya. MoU menjadi dasar kerja sama berkelanjutan dalam bidang pemberdayaan masyarakat dan pengembangan potensi desa. (kus.sul)

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru