Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, Wabup Ulfiyah, Ketua KONI Jatim M Nabil, dan Ketua PP FTI Armand Van Kempen pada Kejurda Triathlon Piala Bupati Situbondo 2025 yang digelar di Bulan April. Ist
Situbondo, Bhirawa
Potensi alam Kabupaten Situbondo, JawaTimur yang memiliki keindahan laut, gunung dan hutan membuat Pemkab Situbondo terus mengembangkan sport tourism yang diharapkan bisa berdampak pada prestasi atlet maupun UMKM.
Konsep sport tourism yang digagas Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo dengan mengandalkan keunggulan alam sudah berjalan dengan baik, beberapa cabang olahraga seperti triathlon dan selam setiap tahun menggelar kejurnas maupun Kejurda di Kabupaten Situbondo.
Bahkan keberhasilan triathlon meraih juara umum di SEA Games Thailand 2025 dengan meraih tujuh emas, tiga perak dan satu perunggu tidak lepas dari program sport tourism Pemkab Situbondo, sebab sebelum berangkat ke SEA Games PP Federasi Triathlon Indoensia (FTI) menggelar seleksi nasional (seleknas) di Situbondo, seperti event Piala Kapolres Situbondo 2024 diikuti sebanyak 53 atlet dari 16 provinsi di Indonesia.
Kemudian PP FTI juga menggelar pemusatan latihan nasional (Pelatnas) di dua provinsi, yaitu Jawa Barat dan Situbondi, Jatim. Hasilnya dari tanah dan laut Situbondo atlet triathlon Indonesia berhasil memborong tujuh emas SEA Games Thailand.

Setelah SEA Games, Pemkab Situbondo bekerja sama dengan FTI Jawa Timur menggelar Baluran Cross Aquathlon 21 Desember 2025 yang menjadi salah satu agenda wisata olahraga atau sport tourism.
Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo di Situbondo, mengatakan ajang lomba lari dan renang (aquathlon) digelar di objek wisata Pantai Sijile, Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih.
Usai meraih juara umum triathlon di SEA Games Thailand, PP FTI dan Pemkab Situbondo menggelar Baluran Cross Aquathlon Situbondo 2025.
“Untuk keindahan dan kondisi alam di Pantai Sijile yang merupakan kawasan Taman Nasional Baluran ini sangat layak dijadikan tempat pelaksanaan sport tourism,” kata Bupati Rio, sapaan Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo.
Wakil Bupati Situbondo, Ulfiyah yang hadir di Baluran Cross Aquathlon Situbondo, menjelaskan pemilihan Baluran Barat sebagai lokasi kegiatan didasarkan pada potensi kawasan yang selama ini belum banyak tersentuh promosi wisata.
Selama ini, wajah Taman Nasional Baluran lebih dikenal melalui kawasan timur seperti Savana Bekol dan Pantai Bama. “Sementara sisi baratnya menyimpan potensi yang belum tergarap,” ujar Wabup yang akrab disapa Mbak Ulfi itu.
Ia menegaskan, Baluran Cross Aquathlon Situbondo 2025 memiliki dua tujuan utama, yakni mendorong pengembangan sport tourism dan mempersiapkan Baluran Barat sebagai venue triathlon maupun cross triathlon yang layak menggelar kejuaraan dari tingkat regional hingga internasional. “Keberadaan Baluran harus memberi manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat sekitar,” katanya.
Ketua KONI Situbondo, Armand Van Kempen, menilai ajang ini sebagai momentum penting dalam pengembangan olahraga prestasi berbasis alam di Situbondo. “Ini bukan sekadar lomba. Ini adalah proses jangka panjang untuk menjadikan Situbondo sebagai destinasi sport tourism dan venue triathlon yang kompetitif,” ujarnya.
Menurut Armand, karakter alam Baluran Barat sangat ideal untuk cross triathlon maupun cabang olahraga alam lainnya. Keterlibatan federasi olahraga menunjukkan bahwa Situbondo mulai diperhitungkan secara teknis di tingkat yang lebih luas.
“Ketika olahraga, pariwisata, dan partisipasi masyarakat berjalan beriringan, perekonomian lokal akan ikut bergerak,” kata Arman yang juga menjabat ketua PP FTI itu.
Sementara itu, Pengprov Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSISI) Jatim juga setiap tahun menggelar Kejurnas Open Water Finswimming (OWF) dan Orientasi Bawah Air (OBA) Piala Gubernur Jatim dan selalu diikuti ratusan atlet baik dari Jatim maupun provinsi lainnya. “Untuk Kejurnas Piala Gubenur Jatim nomor OWF dan OBA selalu kita gelas di Pantai Pasir Putih Situbondo, ” Kata Ketua POSISI Jatim, Mirza Muttaqien.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap program sport tourism yang di gagas oleh Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, sebab selain untuk pembinaan atlet tapi juga berdampak pada pengusaha maupun UMKM.
“Kejuaraan Tingkat Nasional Open OWF dan OBA Piala Gubernur Jawa Timur 2025 sudah digelar 12-14 Desember, dan kita bisa lihat para atlet bersama keluarga hadir, selain memberikan dukungan mereka juga berwisata, event inibjuga sangat menguntungkan bagi UMKM karena jumlah wisatawan meningkat, ” kata Mirza.
Prestasi dan Bonus Atlet 2025
Pemkab Situbondo, memberikan bonus sekitar Rp600 juta bagi 47 atlet pada momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tahun 2025.

Bupati Situbondo Rio Wahyu didampingi Wabup Ulfiyah menyerahkan bonus uang pembinaan Rp10 juta untuk atlet peraih medali perunggu Porprov Jatim 2025.(Foto:Humas KONI Situbondo)
Sebanyak 47 atlet dari berbagai cabang olahraga itu menyabet 26 medali emas, perak dan perunggu pada ajang Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur IX 2025 yang digelar di Malag Raya pada Juli lalu.
Bupati Rio juga mengapresiasi kinerja KONI Situbondo karena mampu meningkatkan prestasi dengan membawa pulang 26 medali, terdiri dari tujuh medali emas, sembilan perak dan 10 medali perunggu.
Pada Porprov Jatim sebelumnya, kontingen Situbondo hanya bisa menyabet 10 medali terdiri dari empat perak dan enam perunggu.
Sementara itu, Bina Prestasi KONI Situbondo Nusa Aldera menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah yang telah memberikan penghargaan kepada atlet senilai Rp50 juta untuk medali emas, perak Rp25 juta dan perunggu Rp10 juta.
“Pertahankan prestasi kalian dan terus ditingkatkan, rajin pula berlatih, sampai kalian menjadi atlet nasional bahkan internasional,” kata Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo . wwn

