31 C
Sidoarjo
Wednesday, February 11, 2026
spot_img

Wakil Wali Kota Batu Tekankan Yankes Berbasis Partisipasi

Pemkot Batu, Bhirawa
Pemerintah Kota Batu secara konsisten mengarahkan kebijakan kesehatan pada layanan yang terukur, merata, dan berdampak langsung bagi warga. Dan dalam refleksi implementasi Visi dan Misi mBATU SAE 2025, Wawali Heli Suyanto menekankan penguatan layanan kesehatan berbasis partisipasi.

Heli Suyanto menegaskan bahwa kesehatan merupakan fondasi utama kesejahteraan masyarakat dalam kerangka pembangunan Kota Batu. Dan MBATU SAE merupakan visi pembangunan Kota Batu yang menempatkan kesehatan warga sebagai fondasi kesejahteraan.

“Pemerintah Kota Batu mengutamakan kebijakan berbasis layanan promotif, preventif, kuratif, serta rehabilitatif yang mengacu pada capaian terukur, akses merata, dan dampak langsung bagi masyarakat,” ujar Heli, Senin (22/12).

Dan dengan merefleksikan implementasi Visi dan Misi MBATU SAE 2025 di bidang kesehatan untuk memastikan arah kebijakan pembangunan kesehatan tetap selaras dengan kebutuhan masyarakat. Refleksi ini mencakup evaluasi kinerja program promotif dan preventif, pemaparan data capaian strategis Dinas Kesehatan Kota Batu, serta penguatan layanan kesehatan primer.

Dan sebagai refleksi, di tahun 2025 impelentasi BATU SAE telah dibuktikan dengan capaian sebanyak 18 Unit Pelayanan Kesehatan Desa dan Kelurahan (UPKDK). Artinya, dari 24 desa/kelurahan yang ada di Kota Batu saat ini sudah sebanyak 18 desa/ kelurahan yang elah memiliki UPKDK. “UPKDK di desa dan kelurahan ini menjadi garda terdepan dalam pemberian layanan kesehatan kepada masyarakat,” tegas Heli.

Berita Terkait :  Wabup Gresik Apresiasi Program-Inovasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan

Selain itu, Pemkot Batu juga telah membuat program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Dan program CKG ini sekarang telah diikuti 76.763 partisipan. Artinya, warga yang menerima atau memanfaatkan CKG ini sudah sebanyak 34,05 persen dari total jumlah penduduk Kota Batu yang sebanyak 225.408 jiwa.

Sementara pada level layanan dasar, penguatan juga tercermin dari keberadaan 193 Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP). Untuk layanan ini kini telah didukung oleh 2.322 kader kesehatan aktif di seluruh desa/ kelurahan di wilayah Kota Batu. Keberadaan kader dan posyandu tersebut menjadi penopang penting dalam layanan promotif dan preventif berbasis komunitas.[nas.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru